RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Gugus tugas penanganan Covid-19 mempraktikkan social distancing. Mereka duduk berjauhan saat rapat di Baruga Karaeng Pattingalloang, Sabtu (21/3/2020).
Walau tak banyak peserta, panitia rapat harus menyiapkan enam meja. Kursi-kursi sudah diatur. Berjauhan satu sama lain. Sesama petugas berusaha tidak terlibat kontak fisik. Bersalaman, misalnya.
Rapat dihadiri unsur Dinas Kesehatan Sulsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Diskominfo Sulsel, serta Asosiasi Relawan Kedokteran Indonesia.
Mereka membahas langkah teknis dalam menangani virus corona di Sulsel.
Perwakilan Asosiasi Relawan Kedokteran Indonesia, dr Abdul Azis mengatakan, virus corona adalah bencana biologis. Perlu diantisipasi secara bersama-sama.
Salah satu upaya yang harus dilakukan, lebih memasifkan informasi tentang social distancing.
"Dengan social distancing, cukup 14 hari rantai penularan virus corona itu bisa kita putus," katanya.
Dia sekaligus mengusulkan perlunya transparansi informasi.

"Misalnya ada korban di satu tempat, harus diinfokan. Minimal info wilayahnya. Selain itu harus ada tim yang melakukan contact tracing," lanjutnya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel, Husni Thamrin mengharapkan adanya peta penyebaran informasi yang jelas.
"Sehingga masyarakat tidak bingung. Sekaligus menghindari ketidakjelasan informasi," harapnya.
