RAKYATKU.COM - Virus corona tak bisa dianggap remeh. Kadang rapid test belum akurat hasilnya hanya sekali pemeriksaan. Pada usia penularan tertentu, belum terdeteksi alat.
Juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto membeberkannya. Hasil negatif rapid test, katanya, belum tentu seseorang benar-benar bebas dari virus corona.
Dalam siaran teleconference di akun YouTube BNPB, Sabtu (21/3/2020), Yuri menjelaskan, seseorang yang terinfeksi di bawah 6-7 hari, biasanya belum terdeteksi alat.
Sebab, respons imunitas seseorang yang dinyatakan positif corona belum terlihat. Makanya, tes tidak bisa dilakukan hanya sekali.
Rapid test ulangan dilakukan dalam waktu enam hingga tujuh hari berikutnya. Di situ lah hasil pastinya bisa diketahui. Positif atau negatif.
Makanya, orang yang telah menjalani rapid test dan hasilnya negatif diimbau tetap melakukan social distancing atau menjaga jarak. Tidak boleh kontak dengan orang lain.
"Sekalipun hasilnya negatif, tidak boleh menganggap bahwa dirinya betul-betul sehat dan terbebas dari Coronavirus Disease 19," katanya.
