Sabtu, 21 Maret 2020 19:13

Wabah Covid-19; Malaysia 1.183 Kasus 4 Meninggal, Indonesia 450 Kasus 38 Meninggal

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Suasana tablig akbar di Masjid Sri Petaling, Malaysia.
Suasana tablig akbar di Masjid Sri Petaling, Malaysia.

Virus corona lebih dahulu masuk ke Malaysia. Hingga kini tercatat 1.183 kasus. Namun, dari segi korban meninggal, Indonesia sangat memprihatinkan.

RAKYATKU.COM - Virus corona lebih dahulu masuk ke Malaysia. Hingga kini tercatat 1.183 kasus. Namun, dari segi korban meninggal, Indonesia sangat memprihatinkan.

Hingga hari ini, jumlah positif Covid-19 di Indonesia mencapai 450 kasus. Namun, korban meninggal sudah mencapai 38 orang. Sembilan kali lipat lebih banyak dibandingkan Malaysia yang baru empat orang.

Hari ini, Sabtu (21/3/2020), otoritas Malaysia melaporkan 153 kasus baru. Sebagian besar berkaitan tablig akbar di Masjid Sri Petaling. Pusat penularan terbesar di negeri jiran.

"Dari 153 kasus positif baru, 90 kasus di antaranya dari cluster acara tablig," sebut Direktur Jenderal Kesehatan pada Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah seperti dikutip dari Malay Mail.

Secara total, kini Malaysia mengonfirmasi 1.183 kasus virus corona di wilayahnya. Dua korban meninggal baru juga disebut berkaitan dengan tablig akbar yang sama.

The Star melaporkan, pasien ketiga yang meninggal dunia seorang pria 58 tahun. Berasal dari Tawau. Dia meninggal dunia di Rumah Sakit Tawau, Jumat (20/3/2020) sekitar pukul 18.27 waktu setempat. 

Sementara pasien keempat pria 50 tahun. Pasien ini sempat dirawat di Rumah Sakit Melaka sejak 12 Maret lalu. Hasil diagnosis menunjukkan kegagalan pernapasan akut parah.

"Kesehatannya memburuk dari hari ke hari. Dia dinyatakan meninggal dunia (Sabtu, 21/3/2020) pukul 13.30 waktu setempat," jelas Noor Hisham.

Dua korban meninggal sebelumnya seorang pendeta berusia 60 tahun dan pria 34 tahun, peserta tablig akbar di Sri Petaling.

Korban Meninggal di Indonesia 

Berbeda dengan Malaysia, kasus positif corona di Indonesia baru 450 orang hingga Sabtu (21/3/2020). Namun, korban meninggal sudah berkali-kali lipat dibandingkan negara tetangga.

Juru bicara penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, hari ini ada tambahan kasus positif baru sebanyak 81 orang. Sehingga totalnya menjadi 450 orang.

Meningkatnya pasien positif, katanya, karena pemerintah melakukan contact tracing. Faktor kedua, masyarakat makin sadar sehingga berinisiatif memeriksakan diri.

Sementara data kematian, hari ini bertambah enam orang sehingga totalnya menjadi 38. 

Sementara pasien yang sembuh bertambah empat orang sehingga total pasien sembuh menjadi 20 orang.