RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar mulai mengambil langkah serius terhadap penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menurunkan ribuan petugas medis.
Penanganan pasien dikonsentrasikan pada empat rumah sakit, 47 puskesmas, dan lebih 100 petugas Dinas Kesehatan. Juga lebih 1000 petugas puskesmas. Mereka bertugas melakukan pemantauan kasus corona.
"Dengan adanya kasus positif, maka seluruh kota akan kita pantau. Kita melihat mereka kontak dengan siapa saja pada 14 kecamatan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Andi Naisyah Tun Azikin.
Naisyah menggelar konferensi pers di Media Center Covid-19 Pemerintah Kota Makassar. Turut hadir penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, perwakilan BNPB Makassar, dan Ustaz Abdul Rahman.
Naisyah menambahkan, pihaknya akan membagi waktu kerja para petugas kesehatan. Sehingga tetap memiliki waktu untuk istirahat.
"Kita akan memberlakukan shift," ujarnya.
Terkait insentif para petugas di lapangan, Naisyah mengatakan perlu ada kajian panjang terkait hal tersebut. Rencananya akan dibicarakan bersama penjabat wali kota Makassar.
"Dalam masa penganggaran seperti ini yang sudah berjalan perlu persetujuan Pak Wali Kota. Dan memerlukan waktu yang lama. Yang perlu kita lakukan dalam kondisi darurat adalah maksimalkan apa yang ada dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan para petugas," jelasnya.
