Jumat, 20 Maret 2020 20:38

Masjid Raya Bandung Pasang Maklumat Tiadakan Salat Berjemaah, Sekelompok Orang Turunkan Paksa

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Maklumat yang diturunkan paksa sekelompok orang.
Maklumat yang diturunkan paksa sekelompok orang.

Baliho berisi maklumat untuk meniadakan salat berjemaah itu dicopot sekelompok orang. Tidak sekadar menurunkannya, pelaku juga sambil berteriak-teriak.

RAKYATKU.COM - Baliho berisi maklumat untuk meniadakan salat berjemaah itu dicopot sekelompok orang. Tidak sekadar menurunkannya, pelaku juga sambil berteriak-teriak.

Maklumat itu dipasang pengurus Masjid Raya Bandung. Isinya, salat Jumat dan salat berjemaah untuk sementara ditiadakan. Umat Islam diimbau salat di rumah masing-masing.

Itu salah satu respons pengurus masjid atas upaya pemerintah memutus mata rantai wabah Covid-19. Kegiatan yang melibatkan banyak orang dibatasi. Di antaranya salat Jumat dan salat fardu berjemaah.

Maklum, kapasitas Masjid Raya Bandung mencapai 15 ribu orang. Paling sedikit 13 ribu. Pada salat lima waktu, jemaah mencapai 1.500 orang.

Kondisi itu tergolong rentan penularan Covid-19. Itu sebabnya pengurus masjid mengambil kebijakan untuk menutup masjid sementara. Informasinya lewat baliho maklumat itu.

Namun, sekelompok orang justru menurunkan paksa. Massa menyinggung surat edaran Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang menjadi dasar penutupan masjid sementara.

"DKM jangan takut enggak digaji. Jangan takut sama Ridwan Kamil, takut mah ku gusti Allah. DKM nih yang ditindas oleh Ridwan Kamil," ucap pria itu.

"Allahu Akbar," teriak massa lainnya usai spanduk itu berhasil diturunkan.

Ketua DKM Masjid Raya Bandung, Muchtar Gandaatmaja menjelaskan, keputusan itu diambil untuk menutup celah-celah wabah penyakit. Jangan sampai masuk ke masjid.

"Cara ini kami lakukan karena disinyalir cara penyebaran dan penularannya kan lewat kerumunan massa," ujar Muchtar.