Selasa, 17 Maret 2020 13:05

"Kondisi Saya Stabil," Satu Jam Kemudian Pemain Spanyol Ini Meninggal karena Covid-19

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Francisco Garcia
Francisco Garcia

Sekitar pukul 19.00 pada Minggu malam (15/3/2020). Francisco Garcia memberi tahu presiden klubnya. Dia bilang kondisinya kian membaik. Sudah stabil.

RAKYATKU.COM - Sekitar pukul 19.00 pada Minggu malam (15/3/2020). Francisco Garcia memberi tahu presiden klubnya. Dia bilang kondisinya kian membaik. Sudah stabil.

Hanya berselang satu jam, Pepe Bueno --presiden klub Atletico Portada Alta, Malaga, Spanyol-- mendapat kabar mangagetkan. Kali ini bukan dari Garcia.

Kerabat dan paramedis rumah sakit mengabarkan bahwa pesepak bola 21 tahun itu telah meninggal dunia. Dia positif Covid-19.

Francisco Garcia menjadi korban termuda Eropa dari wabah horor tersebut.

Dia masuk rumah sakit dengan diagnosis Covid-19. Belakangan diketahui, dia juga menderita leukemia. Garcia selama ini tidak tahu bahwa dia menderita kanker.

Penyakit kanker itulah yang membuatnya rentan terhadap wabah. Termasuk virus corona.

"Dia adalah anak yang sangat baik dan pelatih yang sangat baik," ujar Pepe Bueno seperti dikutip dari Daily Star.

"Dia memanggil saya pada jam 7 malam pada hari Minggu dengan mengatakan bahwa dia stabil," cerita Pepe Bueno.
 
Satu jam kemudian Garcia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. "Saya tidak percaya. Sepertinya tidak mungkin bagi saya," katanya.

Menurut laporan, Garcia menjadi korban virus corona fatal termuda di Eropa.

Malaga biasanya merupakan hotspot liburan bagi orang Inggris setiap tahun.

Spanyol sangat terpukul oleh wabah korona yang dimulai di Wuhan, China itu. Ada lebih dari 8.000 kasus dengan lebih dari 300 kematian di Spanyol.