Sabtu, 14 Maret 2020 08:00

Panjat Perbatasan Meksiko-AS, Wanita Hamil 8 Bulan Jatuh dalam Gelap Gulita

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Lokasi jatuhnya ibu hamil.
Lokasi jatuhnya ibu hamil.

Mirian Stephany GirĂ³n Luna tak terselamatkan. Aksi nekat wanita 19 tahun ini berbuah petaka.

RAKYATKU.COM - Mirian Stephany Girón Luna tak terselamatkan. Aksi nekat wanita 19 tahun ini berbuah petaka.

Tengah hamil delapan bulan, dia nekat memanjat pagar pembatas Meksiko-AS. Dekat El Paso, Texas. Dia kemudian terjatuh dari ketinggian lebih dari 19 kaki. Mirian diketahui berasal dari Guatemala. 

Personel medis berusaha untuk melahirkan bayinya, tetapi tidak berhasil. AS mengatakan, Mirian hamil delapan bulan. Sementara pemerintah Guatemala mengatakan ia hamil tujuh bulan.

Perlindungan Pabean dan Batas AS (CBP) menyalahkan penyelundup manusia yang bertanggung jawab atas kematian Mirian. Mereka yang mendorong dia memanjat tembok.

Komisaris Pelaksana CBP, Mark Morgan mengatakan, Mirian dan rekannya dibawa ke perbatasan oleh penyelundup. Lalu dibiarkan di sana dalam kegelapan. Ketika berusaha memanjat, dia jatuh. 

"Tragisnya, ibu dan anak itu meninggal karena luka-luka mereka akibat jatuh," kata Morgan.

Pasangannya, yang diyakini sebagai ayah bayi itu, akhirnya menemukan agen Patroli Perbatasan, yang meminta ambulans. 

Mirian menderita pendarahan otak, patah tulang panggul, dan laserasi hati dan ginjal. Guatemala mengatakan intervensi bedah tidak bisa menyelamatkan hidupnya. Dia meninggal Selasa sore.

Mirian berasal dari San Marcos Guatemala. Dekat perbatasan negara itu dengan Meksiko.