Jumat, 13 Maret 2020 16:25

Khotbah Jumat yang Menggetarkan tentang Virus Corona di Masjid Anas bin Malik

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ustaz Muhammad Yusran Anshar
Ustaz Muhammad Yusran Anshar

Banyak orang salah fokus terhadap virus corona atau Covid-19. Melakukan berbagai upaya untuk menghindar. Lupa mengambil hikmah dari wabah yang mematikan tersebut.

RAKYATKU.COM - Banyak orang salah fokus terhadap virus corona atau Covid-19. Melakukan berbagai upaya untuk menghindar. Lupa mengambil hikmah dari wabah yang mematikan tersebut.

Ustaz Muhammad Yusran Anshar Lc, MA, PhD mengangkat tema virus corona dalam khotbahnya, Jumat (13/3/2020). Mantan ketua Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) itu jadi khatib di Masjid Anas bin Malik.

Wabah ini sebenarnya bukan yang pertama. Sudah pernah terjadi di zaman dahulu. Dan mungkin masih akan terjadi pada tahun-tahun yang akan datang.

Berbagai langkah dan kebijakan diambil untuk mencegah penyebaran virus corona yang lebih luas. Tidak terkecuali, penutupan dua kota suci umat Islam, yakni Makkah dan Madinah.

Kerajaan Arab Saudi menutup umrah untuk sementara waktu. Belum jelas sampai kapan penutupan dilakukan.

Lalu, sejumlah agenda atau pertemuan penting juga ditunda. Semuanya dalam rangka pencegahan semakin meluasnya penyebaran wabah virus corona tersebut.

Namun, kata Ustaz Yusran, virus corona tidak bisa hanya dilihat dari perspektif duniawi. Harus diyakini bahwa ini ada kaitannya dengan akhirat. Lewat wabah ini, Allah azza wa jalla mengajak manusia kembali kepada-Nya.

Virus corona juga seharusnya meneguhkan keimanan setiap muslim. Setiap musibah yang terjadi adalah ketentuan Allah. Sudah ditentukan 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.

Ustaz Yusran mengutip salah satu ayat dalam Alquran. Walaupun seluruh manusia berkumpul untuk memudaratkan seseorang, tidak akan mampu kecuali sudah menjadi ketetapan Allah.

Hal itu dikuatkan dalam hadis dari Abu Abbas Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu. Dia berkata, suatu hari aku berada di belakang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (membonceng).

Rasululullah bersabda, "Nak, aku hendak mengajarimu beberapa kalimat: Jagalah Allah, pasti Dia menjagamu. Jagalah Allah, Dia senantiasa bersamamu. Jika kamu memohon sesuatu, mohonlah kepada-Nya. Jika meminta pertolongan, mintalah tolong kepada-Nya. Ketahuilah seandainya semua umat manusia bersatu untuk memberikan suatu kebaikan kepadamu, mereka tidak akan mampu kecuali yang sudah ditetapkan Allah untukmu. Dan seandainya semua umat manusia bersatu untuk mencelakakanmu, mereka tidak mampu kecuali keburukan yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu. Pena sudah diangkat dan tinta sudah kering." (HR Tirmidzi)

Langkah-langkah pencegahan seperti yang disarankan ahli kesehatan sudah benar. Menjaga pergaulan dan kebersihan itu selaras dengan syariat Islam.
 
"Namun, jangan sampai ada yang mengira akan selamat dari kematian dengan berdiam diri dalam rumah. Kematian akan menghampiri di mana pun kita berada," kata doktor jebolan MEDIU University itu.

Persoalannya adalah bagaimana persiapan kita menghadapi kematian yang datang tiba-tiba itu. Inilah yang kerap dilupakan di balik wabah virus corona. Justru ini yang paling pokok di balik wabah tersebut.