RAKYATKU.COM - Uang bensin memicu petaka. Kendaraan Marc Eugenio sedang kehabisan bahan bakar. Setelah sampai di SPBU, dia baru sadar, tidak punya uang.
Pada sehari sebelum Natal 2019 lalu itu, dia berinisiatif menelepon saluran 1-800. Kebetulan dia punya kenalan. Seorang karyawati bank. Emily James, namanya.
Tak butuh lama, Emily James langsung meluncur ke lokasi. Dia memberikan uang $ 20 atau sekitar Rp272 ribu. Uang milik pribadi. Setelah itu, dia bergegas kembali ke kantornya di Portland, AS.
"Saya menyerahkan uang tunai $ 20, kata 'Selamat Natal' dan segera kembali bekerja," kata Emily.
Tetapi beberapa hari kemudian, pada 31 Desember, dia diberi tahu seorang manajer layanan bahwa pekerjaannya telah dihentikan. Dia ketahuan berinteraksi tidak sah dengan seorang pelanggan.
Dalam sebuah pernyataan kepada New York Post, seorang juru bicara menjelaskan bahwa James dipecat setelah menempatkan dirinya dan bank dalam risiko.
"Di US Bank, kami memiliki kebijakan dan prosedur untuk melindungi pelanggan dan karyawan kami," bunyi pernyataan itu.
"Nona James diberhentikan setelah investigasi internal ke interaksinya dengan pelanggan. James tidak menggunakan solusi yang tersedia untuk memperbaiki situasi pelanggan dan malah menempatkan dirinya dan bank dalam risiko dengan tindakannya," lanjutnya.
Eugenio mengatakan dia merasa tidak enak karena James kehilangan pekerjaannya karena berusaha membantu. Tetapi James sepertinya tidak keberatan setelah melihat bagaimana situasinya ditangani.
