RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Ribuan hektare lahan jagung di Jeneponto diserang hama ulat grayak.
Hama tersebut menyerang tanaman jagung petani yang berumur tiga hari hingga satu pekan. Ulat menyerang dahan, ranting, sampai batang.
Kepala Dinas Pertanian Jeneponto, Ahmad mengatakan, upaya pengendalian dilakukan dengan cara penyemprotan pestisida.
"Pasti mati kena racun hama," ujar Ahmad.
Serangan hama terjadi di tujuh kecamatan di Jeneponto, yakni Bontoramba, Bangkala, Turatea, Rumbia, Kelara, Tarowang, dan Kecamatan Batang.
"Penyebab terjadinya serangan hama ini kerena pengaruh iklim. Terkadang hujan turun dan tidak menentu," sebutnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jeneponto, Bambang Haryanto menambahkan, dalam waktu dekat akan turun melakukan pengendalian hama bersama Dinas Pertanian Provinsi Sulsel.
"Hari Senin rencana akan dilakukan penyemprotan serentak di beberapa kecamatan. Dimulai titik terparah di Kecamatan Tarowang Desa Bontorappo dan Balangbaru," ujar Bambang kepada Rakyatku.com, Minggu (19/1/2020).
Bambang menjelaskan, sebetulnya terdapat delapan kecamatan yang terserang hama itu. Tapi dua kecamatan sudah ditangani yakni di Kecamatan Turatea dan Rumbia. Jadi sisa enam kecamatan.
Sebelumnya, salah seorang petani Rusli mengalami dampak hama ulat grayak. Kata dia, kurang lebih 100 hektare tanaman jagung miliknya rusak.
