Jumat, 15 November 2019 08:57

Dilanda Banjir, Italia Umumkan Keadaaan Darurat

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
AP
AP

Italia telah menyatakan keadaan darurat untuk Venesia setelah banjir memasuki gereja, toko dan rumah, yang menyebabkan kerusakan senilai jutaan euro.

RAKYATKU.COM, VANESIA - Italia telah menyatakan keadaan darurat untuk Venesia setelah banjir memasuki gereja, toko dan rumah, yang menyebabkan kerusakan senilai jutaan euro.

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte menggambarkan banjir itu sebagai "pukulan ke jantung negara kita."

Conte mengatakan Kabinet telah menyetujui keadaan darurat dan memerintahkan pencairan dana € 20 juta (sekitar Rp311 miliar) untuk "intervensi paling mendesak".

Warga yang rumahnya telah terkena banjir, akan segera mendapatkan bantuan pemerintah senilai €5.000. Sementara pemilik restoran dan toko bisa menerima hingga € 20.000.

Namun, meskipun dalam keadaan darurat, wisatawan tetap berkeliling di Alun-Alun St Mark yang banjir, sambil mengenakan sepatu bot plastik.

"Bagi para wisatawan itu luar biasa, itu sesuatu untuk dilihat. Tetapi bagi orang-orang yang tinggal di sini itu adalah masalah nyata," kata Litschauer, seorang warga.

"Aneh. Turis mengambil gambar tetapi kota ini menderita."

Pada hari Kamis, peringatan telah dikeluarkan bahwa banjir baru akan melanda kota. Tetapi ketinggian air tetap rendah dibandingkan dengan pada hari Selasa, yang mencatat rekor tertinggi dalam 50 tahun.

Pada tahun 1966, ketinggian air banjir di kota Vanesia mencapai 1,94 meter.

Banyak orang, termasuk walikota Venesia, telah menyalahkan bencana tersebut pada pemanasan global dan memperingatkan bahwa Italia harus sadar akan risiko yang ditimbulkan oleh musim yang semakin bergejolak.

"Kita harus ulet dan beradaptasi. Kita membutuhkan kebijakan yang memandang iklim melalui mata yang sama sekali berbeda," kata Menteri Lingkungan Hidup Sergio Costa, Kamis.