Sabtu, 09 November 2019 16:21

"Tolong Jangan Sakiti Aku," Jeritan Anak Terdengar di 911 Saat Ditikam oleh Ibunya

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Polisi Henderson
Polisi Henderson

Seorang anak laki-laki berteriak minta tolong ketika ditusuk oleh ibunya sebanyak 25 kali.

RAKYATKU.COM, NEVADA - Seorang anak laki-laki berteriak minta tolong ketika ditusuk oleh ibunya sebanyak 25 kali.

Jeritannya terdengar oleh petugas di saluran telepon 911. Sekarang, polisi telah merilis rekaman audio tersebut, disertai gambar saat petugas menembak mati ibu kejam itu.

Pihak berwenang di Henderson, Nevada, mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada 22 Oktober lalu. Setelah mendengar teriakan anak itu, mereka bergegas ke rumah korban.

Setibanya di sana, mereka mendapati anak itu telah terluka parah. Sementara ibunya, Claudia Nadia Rodriguez, meminta polisi untuk membunuhnya. Namun dia kemudian menyambar senjata petugas, jadi wanita itu terpaksa ditembak mati.

Polisi mengatakan bahwa panggilan 911 dibuat oleh Claudia, di mana dia berkata: "Mereka berusaha saling membunuh. Mereka membuat kami melakukannya. Kami harus saling membunuh.”

Kemudian, seorang bocah lelaki dapat didengar menangis dan memohon bantuan.

Bocah itu dapat didengar mengatakan "tolong jangan sakiti aku" beberapa kali. Dia juga berkata bahwa ibunya berusaha membunuhnya. Panggilan kemudian terputus.

Ajaibnya, bocah itu diperkirakan selamat setelah dibawa ke University Medical Center di Las Vegas, meski menderita 25 luka tusuk.

Pada hari Jumat, polisi merilis rekaman kamera, audio dari panggilan 911, foto baju anak laki-laki berlumuran darah dan pernyataan tentang insiden itu.

Rekaman video menunjukkan dua polisi mengetuk pintu apartemen di Equestrian on Eastern Apartments, di 10701 S. Eastern Ave.

Yang membuat mereka ngeri, bocah muda itu membuka pintu dan terlihat berlumuran darah.

Anak itu berjalan ke luar dan seorang perwira menghadapi ibunya, yang tampaknya dalam keadaan tidak berpakaian.

Petugas itu bertanya "apa yang terjadi?" dan kemudian terjadi pergolakan di mana wanita itu terdengar berteriak "kamu harus membunuhku!"

Dia jatuh ke lantai dan petugas itu meraih kakinya. Lalu petugas itu berteriak kepada rekannya bahwa "dia memiliki pistol".

Petugas kedua kemudian memasuki ruangan dan menembak wanita itu beberapa kali.

Polisi mengatakan bahwa Claudia telah mengambil pistol petugas dan menembakkannya sekali.

Daily Mirror melaporkan bahwa kedua petugas itu telah diberi cuti administratif, sementara penembakan terus diselidiki.

Ayah anak laki-laki itu mengklaim bahwa Claudia memiliki sejarah kekerasan dalam rumah tangga dan telah menyiksa kedua anaknya yang lebih tua dari hubungan sebelumnya.

Catatan pengadilan menunjukkan bahwa Claudia telah ditangkap empat kali karena tuduhan KDRT pada tahun 2015. Dia juga mengaku bersalah atas pelanggaran KDRT pada Januari 2017.