RAKYATKU.COM, ANDHRA PRADESH - Polisi India pada hari Selasa (05/11/2019) menangkap seorang pembunuh berantai, yang diduga telah membunuh 10 orang dalam dua tahun terakhir.
Tersangka diduga menggunakan satu cara untuk membunuh korbannya, yaitu dengan memberi mereka makanan yang dicampur sianida.
Vellanki Simhadri alias Shiva melakukan pembunuhan di distrik Krishna, Godavari Timur dan Godavari Barat antara Februari 2018 hingga 16 Oktober 2019.
Investigasi polisi mengungkapkan bahwa setelah menderita kerugian dalam bisnis real estat, Simhadri mulai menipu orang lain dengan mengaku memiliki kekuatan gaib.
Dia menipu orang-orang dengan mengatakan bahwa dia memiliki harta karun tersembunyi dan batu-batu berharga, serta berjanji untuk menggandakan emas mereka.
Dia kemudian mengumpulkan uang dan emas dari para korbannya, dengan janji akan memberi mereka 'makanan' yang akan membawa kemakmuran. Rupanya, makanan itu telah dicampur dengan sianida.
"Dia menggunakan sianida untuk membunuh para korbannya karena tidak ada perubahan yang diamati pada tubuh almarhum dan tampaknya kematian alami," kata polisi.
Pembunuhan itu terungkap selama investigasi kematian seorang guru berusia 49 tahun bernama K. Nagaraju.
Nagaraju meninggal pada 16 Oktober setelah dia meninggalkan rumahnya dengan membawa uang tunai dan perhiasan.
Keluarga Nagaraju kemudian curiga ada sesuatu yang tidak beres dengan kematiannya, jadi autopsi dilakukan. Dan itu mengungkapkan bahwa ia telah diracuni dengan sianida.
Selama interogasi, Simhadri mengaku melakukan kejahatan. Rupanya, dia telah membodohi guru itu untuk membayar Rs 2 lakh (Rp39,5 juta).
Polisi juga menemukan 10 kontak di ponsel Simhadri, yang semuanya dilaporkan meninggal mencurigakan. Jadi mereka meluncurkan penyelidikan mendalam. Semua korban diduga meninggal setelah mengkonsumsi makanan yang disebut 'prasadam' campur sianida.
Polisi menemukan bahwa korban Simhadri termasuk nenek dan ipar perempuannya sendiri.
Polisi juga menangkap seorang bernama Aminullah Babu karena diduga memasok sianida ke Simhadri.
