RAKYATKU.COM, MARYLAND - Seorang anak telah merekam hari-hari terakhir ibunya, yang memutuskan untuk meninggal dalam damai.
Rosemary Bowen telah berusia 94 tahun. Dia melukai punggungnya musim gugur lalu, dan saat itu ia didiagnosis menderita fraktur kompresi tulang belakang, cedera yang umum terjadi pada penderita osteoporosis.
Dokter meyakinkan Bowen bahwa dengan terapi fisik dan penyokong punggung, dia mungkin akan pulih dalam waktu sekitar tiga bulan.
Namun dia telah mengambil keputusan sendiri. Dia mengumumkan kepada keluarga dan teman-temannya bahwa dia telah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan berpuasa.
Setelah mengucapkan selamat tinggal, dia berhenti makan. Pada hari kedelapan, dia ditemukan meninggal dalam tidurnya di pagi hari.
Tetapi sebelum meninggal, Rosemary meminta putrinya, Mary Beth Bowen, untuk merekam hari-hari terakhir dalam hidupnya.
Jadi, sang putri mengambil rekaman hari demi hari. Dan sekarang itu telah dirangkai menjadi film berdurasi 16 menit.
Itu akan ditayangkan secara publik untuk pertama kalinya pada hari Sabtu di End of Life Expo, yang diselenggarakan oleh Iona Senior Services di Washington.
Mungkin merekan hari terakhir wanita yang sekarat terdengar mengerikan. Tetapi Mary Beth berkata bahwa ibunya ingin menyampaikan pesan bahwa ada cara yang legal dan relatif bebas dari rasa sakit untuk mengakhiri hidup seseorang.
"Dia ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa itu bisa damai dan bahkan menyenangkan," katanya.
Rosemary awalnya ingin meminum pil untuk mengakhiri hidupnya dengan cepat. Tapi negara bagian Maryland, tempat di mana dia tinggal tidak memiliki undang-undang terkait hal semacam itu.
Sementara itu, puasa, atau berhenti makan dan minum secara sukarela (VSED), tidak dilarang. Jadi dia memilih cara itu.
Pada hari-hari menjelang puasa, Rosemary mengucapkan selamat tinggal kepada teman dekat dan anggota keluarganya. Dia kemudian mulai makan makanan setengah-setengah.
Dia terakhir makan pada makan malam tanggal 5 Desember. Menunya adalah kue dan kepiting. Hari berikutnya, dia berhenti makan, dan putrinya mulai syuting.
Adegan pertama menunjukkan Rosemary tersenyum, dan bersandar pada bantal satin biru.
"Saya meninggalkan kehidupan dengan penuh sukacita," katanya.
Pada Hari ke-3, Rosemary mengatakan dia merasa "OK. Bagus. Senang. Lega." Pada Hari ke-4, suaranya masih kuat, dan dia baru saja berjalan menyusuri lorong dengan alat bantu jalannya.
Pada Hari ke-5, suaranya mulai pecah dan dia mengatakan bahwa dia mulai merasa "lebih lemah."
Pada Hari ke-6, Mary Beth bertanya apakah ibunya menyesal atas apa yang dia lakukan.
"Sama sekali tidak," jawab Rosemary.
"Tetapi Anda tahu bahwa saya lebih suka membiarkan Anda hidup selama satu atau dua tahun lagi," kata Mary Beth. "Ya Tuhan," kata ibunya sambil meringis.
Film ini tidak melewatkan bagian-bagian yang sulit, termasuk hari terakhir Rosemary sadar, dan ketika ia tertidur lelap. Tayangan terakhir film itu menampilkan tempat tidur kosong, tapi bantal satin biru masih di atasnya.
Bagi Mary Beth, pembuatan film itu sangat menyiksa. Dia kebanyakan menahan air matanya ketika dia bersama ibunya, lalu menangis tersedu-sedu di garasi parkir.
Tapi dia juga melihat betapa bahagianya ibunya dengan keputusannya. "Saya merasa sangat bersyukur bahwa saya membantunya dalam perjalanan ini," katanya.
