Rabu, 23 Oktober 2019 08:17

Enam Jam Berunding, Putin dan Erdogan Capai 'Kesepakatan Penting' Terkait Suriah

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (EPA)
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (EPA)

Presiden Rusia, Vladimir Putin telah bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sochi, pada hari Selasa (22/10/2019) untuk membahas situasi di Suriah

RAKYATKU.COM, LAUT HITAM - Presiden Rusia, Vladimir Putin telah bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sochi, pada hari Selasa (22/10/2019) untuk membahas situasi di Suriah.

Erdogan mengatakan bahwa dia dan Vladimir Putin telah membuat 'perjanjian bersejarah' dan mengkonfirmasi bahwa pembentukan 'zona aman' di seberang perbatasan Suriah dapat dilanjutkan. 

Kesepakatan itu memungkinkan Turki untuk mempertahankan kendali atas wilayah-wilayah yang mereka rebut selama operasinya ke Suriah pekan lalu.

Putin dan Erdogan juga sepakat bahwa pasukan mereka akan melakukan patroli bersama di daerah perbatasan, untuk membersihkan para pejuang Kurdi dan senjata mereka dari perbatasan.

Kesepakatan ini juga mendukung kembalinya pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad ke perbatasan bersama pasukan Rusia. Mereka akan menggantikan pasukan AS yang telah berpatroli di wilayah itu selama bertahun-tahun, bersama dengan sekutu Kurdi mereka.

Berdasarkan perjanjian antara Putin dan Erdogan, polisi militer Rusia dan penjaga perbatasan Suriah akan mulai memindahkan pasukan Kurdi dari wilayah perbatasan Turki pada hari Rabu.

Pada hari Selasa, pasukan Rusia dan Turki bersama-sama akan mulai melakukan patroli di sebidang tanah yang lebih sempit di "zona aman" yang telah lama dincar Turki di timur laut Suriah.

Putin dan Erdogan melakukan perundingan selama enam jam di Sochi, resor Laut Hitam.

Pada akhir pertemuan, Putin menyatakan kepuasannya atas keputusan mereka yang "sangat penting".

Sementara itu, seorang pejabat senior Turki menggambarkannya sebagai kesepakatan "luar biasa" yang akan mencapai tujuan Turki, berupa jalur perbatasan yang bersih dari pasukan Kurdi.