Sabtu, 05 Oktober 2019 19:46

Setelah Pelalawan, Hujan Es Kembali Turun di Kotamobagu

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu memungut batu-batu es yang turun bersama hujan.
Warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu memungut batu-batu es yang turun bersama hujan.

Fenomena hujan es semakin sering terjadi. Hari ini, bongkahan batu ditemukan warga di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu.

RAKYATKU.COM - Fenomena hujan es semakin sering terjadi. Hari ini, bongkahan batu ditemukan warga di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu.

Video hujan es tersebut sempat viral di media sosial. Dalam video itu, seorang perempuan rela berhujan-hujan untuk memungut batu-batu es yang jatuh dari langit.

Batu-batu es itu kemudian ditaruh di atas meja. Seorang pria dalam video itu meminta keluarganya banyak-banyak berdoa.

Soalnya, fenomena hujan es ini baru pertama kali terjadi di wilayahnya. Mereka berharap, hujan es ini bukan pertanda bencana.

Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Tepatnya pada Senin siang (23/9/2019).

Warga juga menemukan kristal es di tengah hujan yang mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Kelas II Sam Ratulangi Manado, Carisz Kainama menjelaskan penyebab munculnya hujan es tersebut.

Hujan es, kata dia, disebabkan awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan akhirnya terjadi badai petir. Awan ini populer dikenal sebagai awan cumulonimbus.

Kristal es pada puncak awan cumulonimbus turun ke permukaan bumi tidak semuanya mencair walaupun melewati suhu yang relatif semakin hangat. 

"Fenomena hujan es disertai angin kencang dapat terjadi di daerah tropis seperti Indonesia, terutama pada musim peralihan kemarau ke musim penghujan," ujar Carisz seperti dikutip dari Kompas.com.

Proses terbentuknya biasa, uap air berkondensasi menjadi awan. Kemudian jenuh menjadi titik-titik air atau kristal-kristal es di puncak awan cumulonimbus, dan turun menjadi hujan.