RAKYATKU.COM - Himawan Randi, mahasiswa perikanan Universitas Halu Oleo (UHO), tewas saat demo ricuh di Kendari, Kamis (26/9).
Kapolda Sultra Brigjen Iriyanto membenarkan peluru yang ditembakkan ke Randi berjenis peluru tajam. "Betul itu tembakan, peluru tajam," kata Iriyanto, Jumat (27/9/2019).
Namun, terkait senjata apa yang digunakan, ia sama sekali tidak bisa memastikannya. Tapi Iriyanto memastikan seluruh anggotanya yang melakukan pengamanan sama sekali tidak dibekali senjata.
"Sesuai arahan Kapolri, dalam melakukan pengamanan, jangankan peluru tajam, peluru karet saja kami tidak diizinkan," ujarnya dilansir Detikcom.
Ia juga menambahkan Randy ditemukan dengan jarak 600-700 meter dari gedung DPRD Sultra.
Randy menjadi korban tembak seusai bentrok dengan polisi. Ia sempat dilarikan di RS Ismoyo tapi, selang sekitar 15 menit, nyawanya tidak dapat ditolong.
Sebelumnya, Tim dokter memastikan Randi tewas karena terkena tembakan senjata api. Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Forensik dr Raja Alfatih Widya, yang melakukan autopsi.
"Tidak ada peluru lagi, tapi itu dipastikan dari senjata api," terang Raja.
"Bagaimana hasil autopsinya?" tanya wartawan kepada Raja. "Iya dia ditembak dari ketiak kiri keluar ke dada kanannya," ucap Raja.
