Jumat, 27 September 2019 10:12

"Saya Tidak Tahu Siapa Ayahnya," Wanita Hamil Selingkuh dengan Kembaran Suaminya

Andi Chaerul Fadli
Konten Redaksi Rakyatku.Com
"Saya Tidak Tahu Siapa Ayahnya," Wanita Hamil Selingkuh dengan Kembaran Suaminya

Seorang wanita anonim berselingkuh dengan saudara iparnya sendiri, yang merupakan kembar dari suaminya. Hingga akhirnya si wanita hamil dan kebingungan menentukan siapa ayah dari janinnya itu.

RAKYATKU.COM - Seorang wanita anonim berselingkuh dengan saudara iparnya sendiri, yang merupakan kembar dari suaminya. Hingga akhirnya si wanita hamil dan kebingungan menentukan siapa ayah dari janinnya itu.

Kisah itu viral melalui postingan sebuah akun Facebook yang dikutip World of Buzz belum lama ini.

Pasangan itu telah bersama selama 8 tahun dan baru-baru ini memulai sebuah keluarga. Selama pernikahan mereka, belum ada masalah yang dihadapi.

“Saya tidak pernah memiliki masalah dalam keluarga saya. Masalahnya dengan diri saya sendiri. Saya memiliki perasaan terhadap saudara ipar saya,” kata wanita itu.

Dia menggambarkan suaminya sebagai pria yang baik dan sabar, dan selalu memperlakukannya dengan baik. 
Bahkan, dia mengatakan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan oleh saudara iparnya yang suaminya tidak bisa, karena mereka merupakan saudara kembar.

Tetapi ketika suaminya harus bekerja di luar kantor, segalanya mulai menjadi rumit. Si suami mengatakan kepada saudara kembarnya untuk membantu menjaga istrinya. Lalu pada akhirnya si istri berselingkuh dengan saudara kembarnya.

Ketika suaminya pulang, dia berusaha bersikap seolah tidak ada yang terjadi. Namun, dia merasa sulit untuk menjaga rahasia perselingkuhannya saat dia hamil. 

”Ketika suamiku kembali, aku memperlakukannya seperti biasanya. Tetapi sekarang saya hamil, dan saya tidak tahu dari kembar mana bayi itu berasal," kata dia.

"Saya telah berdoa kepada Allah untuk menghilangkan perasaan ini dari saya dan mengampuni saya atas dosa-dosa saya. Saya hanya ingin merasakan ini untuk suami saya.”

Wanita itu mengakui perasaan bersalahnya, dan berharap bahwa dia akan dapat terus menjadi istri yang baik bagi suaminya.