Senin, 09 September 2019 07:00

Soal Cerita 'KKN di Desa Penari', MUI Bilang Begini

Ibnu Kasir Amahoru
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ist.
Ist.

Cerita 'KKN di Desa Penari' baru-baru mengempar media sosial. Kisah tersebut berisi sekelompok mahasiswa melakukan kuliah kerja nyata yang penuh aroma mistis.

RAKYATKU.COM - Cerita 'KKN di Desa Penari' baru-baru mengempar media sosial. Kisah tersebut berisi sekelompok mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata yang penuh aroma mistis.

Viralnya cerita KKN di Desa Penari setidaknya menunjukkan masyarakat Indonesia memang mempunyai kecendrungan menyukai cerita yang bernuansa horor dan mistis. Lantas, apa kata pihak 

Terkait cerita tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya angkat bicara. Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundangan MUI Ikhsan Abdullah menyayangkan ada cerita yang dilakukan oleh beberapa tokoh karena dianggap menyekutukan Tuhan.

"Seharusnya sebagai Muslim atau pemeluk agama lain harus tunduk dan taat kepada tuhannya. Bukan percaya kepada mistis alam gaib dan sebagainya," kata Ikhsan.

Kemudian ia juga turut menilai beberapa karakter dalam cerita KKN di Desa Penari sangat mencerminkan sosok mahasiswa yang berpikir rasional.

Sebut saja melakukan hal yang melanggar norma dan aturan di sebuah tempat. Hingga akhirnya, mereka mendapat hukuman akibat perbuatan yang dilakukan.

"Yang lebih penting saya kira kita berpikir nalar dan rasional ya. Sebenarnya perbuatan yang sudah dirancang, tokoh-tokoh ini yang ada sudah niatan kurang baik," jelas Ikhsan.

"Karena di mana pun, namanya tempat-tempat di Indonesia ada juga tempat yang dianggap sebagai tempat keramat ya, tetapi enggak layak digunakan perbuatan seperti itu," tambahnya kepada Okezone, Senin (9/9/2019).

Selain itu, Ikhsan menginginkan masyarakat tidak terlalu tertarik ke dalam cerita KKN di Desa Penari. Ia mengimbau cerita tersebut dijadikan sebuah hiburan saja.

"Jadi hendaknya masyarakat tidak memercayai seperti ini (cerita KKN di Desa Penari). Jadikan saja sebagai hiburan ya," pungkasnya.