Senin, 02 September 2019 01:30

Pulang Mengajar, Guru Ini Tewas Disiram Air Keras Selingkuhan Istri

Ibnu Kasir Amahoru
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Nasib nahas menimpa guru agama di Kabupaten Tangerang. Ia tewas disiram air keras.

RAKYATKU.COM - Nasib nahas menimpa guru agama di Kabupaten Tangerang. Ia tewas disiram air keras.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (29/8/2019), di Kampung Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Saat itu korban Hasanudin baru saja pulang mengajar ngaji dekat rumahnya.

Dalam perjalanan, korban dihampiri dua pelaku masing-masing inisial R (33) dan AG (17). Mereka menggunakan sepeda motor.

Seketika, korban dan pelaku beradu argumen. Tiba-tiba pelaku menyiramkan air keras ke arah korban.

Kedua pelaku langsung kabur. Sementara korban oleh warga langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Saat polisi tiba di rumah sakit, korban mengaku mengenali kedua pelaku. Lantaran kondisinya semakin kritis, nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia, Sabtu (31/8/2019).

Berbekal keterangan korban, kurang dari 24 jam dari penyiraman air keras tersebut kedua pelaku langsung diringkus.

"AG yang masih di bawah umur berhasil diringkus di rumahnya, sementara R sempat kabur nyeberang pakai kapal nelayan ke Pulau Untung Jawa," kata Kapolsek Teluknaga, Kompol Dodi Abdul Rachim dilansir Merdeka, Senin (2/9/2019).

Dari keterangan tersangka, ternyata motif sementara lantaran tersangka memiliki hubungan asmara atau berselingkuh dengan istri korban. Kemudian berusaha memisahkan hubungan suami istri tersebut dengan berbagai cara.

"Jadi, pelaku dan istri korban ini sebelum keduanya sama-sama menikah dengan pasangan masing-masing, sempat berpacaran. Lalu, ketika pelaku cerai dengan istrinya, dia mendekati lagi dan memiliki hubungan di belakang korban," ungkapnya.

Polisi sudah mengamankan bukti percakapan antara istri korban dengan tersangka R, sebab ada dugaan kedekatan tersangka dan istri korban sudah mengarah pada hubungan spesial.

"Kalau itu masih kami dalami, makanya istri korban masih dimintai keterangan," tuturnya.

R mendalangi aksi penyiraman air keras kepada korban. Sementara AG yang menyiram atau eksekutor, mengaku diiming-imingi upah.