Selasa, 20 Agustus 2019 12:32

"Papa...Aku Rindu," Zaria Hendak Peluk Ayah, Pria Itu Justru Mencekiknya

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Zaria Burgess dan ayahnya, Joshua Burgess.
Zaria Burgess dan ayahnya, Joshua Burgess.

Minggu, 18 Agustus 2019 pagi. Jarum jam menunjukkan pukul 09.30 waktu North Carolina. 

RAKYATKU.COM, NORTH CAROLINA - Minggu, 18 Agustus 2019 pagi. Jarum jam menunjukkan pukul 09.30 waktu North Carolina. 

Zaria Burgess (15), berteriak dengan riang dari luar gerbang. Dia memanggil-manggil nama ayahnya, Joshua Burgess (32).

Ayah dan ibunya bercerai. Zaria tinggal bersama ibunya. Hari itu, dia mengunjungi ayahnya di Hampton Meadows Road, Wesley Chapel, North Carolina.

Saat membuka pintu, Zaria menghambur memeluk sang ayah. Namun bukannya sambutan kasih sayang yang dia dapatkan. Joshua justru langsung mencekik putrinya tersebut, bahkan dengan pisau dapur, dia menggorok leher putrinya..

Sang putri tewas bersimbah darah. Melihat putrinya tewas, Joshua kemudian berjalan ke kantor Union County Sheriff, dan mengatakan kepada para petugas, bahwa dia membunuh putrinya.

Kronologi pembunuhan terhadap putrinya itu, diungkap Joshua di Pengadilan North Carolina pada Senin, 19 Agustus 2019.

Para pengunjung sidang terkesiap saat sidang Joshua Burgess pada Senin pagi ketika para pejabat mengatakan kepada pengadilan bagaimana dia mengaku mencekik putrinya sebelum menggorok lehernya.

Namun jaksa tidak memberikan motif, atau menjelaskan rincian yang mengarah pada dugaan kejahatan yang tidak terencana.

"Itu benar-benar jahat," kata juru bicara Union County Sheriff Tony Underwood kepada wartawan. 

Ayah pembunuh itu menengadahkan kepalanya dan menghindari kontak mata selama persidangan.

Joshua sempat memuat foto Zaria di profil Facebook-nya pada 23 Juni. Dia mengucapkan selamat ulang tahun kepada putri semata wayangnya tersebut.

Sepupu korban, Dytaysha Wadswort, mengatakan kepada wartawan, Zaria adalah gadis yang baik hati yang mencintai keluarganya.

"Dia adalah tipe anak yang saat datang dia berkata, "Hai semuanya, "Hanya ingin membuat semua orang tersenyum," kata Wadsworth kepada WSOC-TV. 

"Dia masih sangat muda dan tidak ada yang pantas meninggalkan dunia ini seperti itu, terutama oleh seseorang yang mereka pikir akan melindungi mereka dan berada di sana untuk mereka," ungkapnya.