RAKYATKU.COM - Pada hari musim panas yang kering di bulan Juli, hal terakhir yang dinantikan oleh dinas cuaca Inggris di radar mereka adalah hujan.
Pada awalnya, itu tampak seolah-olah hujan ringan jatuh di selatan Inggris. Tetapi setelah diperiksa lebih dekat, jelas bahwa ini bukan awan pada umumnya.
Menurut para ahli, curah hujan yang keliru itu sebenarnya adalah segerombolan semut terbang. Jumlahnya sangat banyak sehingga terbaca oleh radar satelit cuaca di luar angkasa sebagai tetesan hujan, dikutip dair Science Alert, Senin (29/7/2019)
"Anda bisa tahu ini bukan curah hujan karena terlihat menakutkan," jelas presenter cuaca BBC, Simon King. "Itu tidak cocok dengan apa yang terlihat seperti hujan."
Invasi serangga ini kerap terjadi tiap tahun, umumnya dikenal sebagai 'Hari Semut Terbang', meskipun lebih seperti musim, terjadi setiap saat antara Juni dan awal September, dengan puncaknya yang berlangsung beberapa hari.
Setelah periode cuaca yang panas dan lembab, semut taman hitam (Lasius niger) turun ke langit berbondong-bondong, terbang ke rumah-rumah dan mengacaukan aktivitas sebagian warga di Wimbledon.
Ini bukan pertama kalinya semut terbang disalahartikan sebagai tetesan hujan. Pada 2017, dinas cuaca Inggris memperhatikan pola yang sama persis.
Dari penampakan baru-baru ini, akan mudah untuk menyimpulkan bahwa semut terbang semakin banyak, tetapi ahli entomologi, Adam Hart dari University of Gloucestershire mengatakan kepada The Guardian, ia berpikir ini mungkin hanya indikasi betapa sensitifnya teknologi kita.
