RAKYATKU.COM - Vagina adalah organ berbentuk saluran atau tabung yang menghubungkan serviks dengan organ reproduksi terluar yaitu vulva. Vagina sakit dapat disebabkan oleh berbagai kondisi mulai dari kondisi medis hingga psikologis. Ketahui penyebab dan cara mengatasi vagina sakit sejak dini berikut ini!
Penyebab Vagina Sakit
Vagina sakit disebabkan oleh beragam faktor. Gejala yang muncul juga bergantung pada penyebabnya. Umumnya kondisi vagina sakit ditandai dengan rasa nyeri, gatal, sensasi terbakar, berdenyut, dan perih. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab vagina sakit:
1. Infeksi jamur
Penyebab vagina sakit yang pertama adalah infeksi jamur.
Gejala paling umum dari infeksi jamur adalah rasa gatal dan sensasi terbakar, namun infeksi jamur juga sering kali menyebabkan rasa nyeri pada vagina. Rasa tidak nyaman dan gejala infeksi jamur dapat lebih parah ketika penetrasi dan ketika buang air kecil.
2. Penyakit menular seksual
Penyakit menular seksual seperti herpes, klamidia, dan gonore juga dapat menyebabkan vagina terasa sakit.
Pada penyakit herpes, rasa sakit diakibatkan oleh lesi yang terbentuk akibat infeksi ini. Sedangkan penyakit menular seksual lain umumnya menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada vagina yang membuat vagina lebih sensitif terhadap rasa sakit. Peradangan ini juga umumnya menimbulkan rasa gatal dan sensasi terbakar.
3. Menstruasi
Vagina sakit juga dapat menjadi salah satu gejala menstruasi.
Nyeri yang paling umum terjadi ketika menstruasi adalah nyeri panggul, namun tidak jarang juga yang merasakan vagina sakit ketika menstruasi. Nyeri ini diakibatkan oleh kontraksi rahim yang terjadi ketika lapisan rahim meluruh selama menstruasi.
Jika vagina sakit dibarengi dengan nyeri panggul yang parah dan juga pendarahan tidak normal, maka kondisi ini tidak dapat dikatakan sebagai gejala menstruasi normal. Kondisi ini dapat mengindikasikan kondisi medis lainnya dan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya.
4. Vulvodynia
Vulvodynia dapat didiagnosis ketika seseorang mengalami nyeri vulva paling tidak selama 3 bulan lamanya.
Penyebab kondisi ini tidak diketahui dengan jelas. Umumnya seseorang dengan vulvodynia cenderung menghindari hubungan seks karena sensasi tidak nyaman yang dihasilkan ketika melakukannya. Bahkan penggunaan pakaian ketat saja dapat menyebabkan sensasi tidak nyaman apabila Anda memiliki kondisi ini.
5. Kondisi hormonal
Kekurangan hormon estrogen dapat menyebabkan vagina kering dan dapat memicu sakit atau nyeri pada vagina.
Hormon estrogen memiliki peran untuk meningkatkan aliran darah ke vagina, menjaga ketebalan dinding vagina, dan menjaga elastisitas serta pelumasan vagina. Beberapa faktor seperti penggunaan pil KB, menyusui, atau menopause dapat menyebabkan kadar estrogen turun dan dapat memicu vagina lebih sensitif terhadap rasa sakit.
6. Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi di mana lapisan rahim tumbuh di area lain selain panggul.
Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri haid yang lebih kuat, rasa sakit ketika berhubungan seks, dan bahkan dapat menyebabkan infertilitas. Endometriosis juga ditandai dengan banyak gejala lain seperti kontraksi usus yang menyakitkan, sakit ketika buang air kecil, mual, sembelit, diare, dan juga kelelahan.
7. Gangguan dasar panggul
Gangguan dasar panggul paling umum terjadi pada wanita yang baru melahirkan dengan persalinan normal.
Gangguan dasar panggul dapat menyebabkan sakit dan kram pada otot dasar panggul yang memengaruhi kemih, rektum, dan rahim. Selain vagina terasa sakit, kondisi ini juga dapat menyebabkan sembelit dan kesulitan mengendalikan aliran urin.
8. Penyakit radang panggul
Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) terjadi ketika infeksi pada panggul menyebabkan peradangan pada jaringan vagina.
Seseorang yang memiliki infeksi menular seksual seperti klamidia atau gonore memiliki risiko tinggi mengalami PID. Gejala PID beragam dari yang ringan hingga berat. Gejalanya dapat meliputi pendarahan di luar haid, sakit perut bagian bawah, sakit ketika berhubungan seks, keputihan, dan vagina terasa sakit atau kram.
9. Fibroid rahim
Fibroid rahim adalah perkembangan jaringan non-kanker pada dinding rahim.
Fibroid rahim dapat menjadi penyebab vagina sakit dan diikuti dengan gejala lain seperti pendarahan hebat, nyeri saat berhubungan seks, dan tekanan pada perut bagian bawah. Kondisi ini paling umum muncul pada wanita usia 30-an hingga 40-an dan dapat hilang setelah menopause.
10. Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi pada sistem urine, paling sering terjadi pada bagian kandung kemih atau pada uretra.
Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa nyeri pada vagina, karena posisinya yang berdekatan dengan tempat infeksi. Gejala lain dari ISK adalah seperti ingin terus buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, hingga adanya darah pada urine.
