Rabu, 03 Juli 2019 06:00

Wanita Bawa Anjing ke Masjid, JK: Polisi Harus Ambil Tanggung Jawab

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Wanita Bawa Anjing ke Masjid, JK: Polisi Harus Ambil Tanggung Jawab

Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi terkait insiden perempuan membawa anjing ke dalam masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor. 

RAKYATKU.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi terkait insiden perempuan membawa anjing ke dalam masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor. 

Ia berharap, pihak kepolisian mengambil sikap tegas terkait peristiwa tersebut. Agar tidak melebar, polisi kata dia harus menetapkan status hukum SM agar tidak terjadi polemik di masyarakat. 

"Polisi harus ambil tanggung jawab karena itu juga merupakan suatu penodaan keagamaan terhadap mesjid, yang tidak seharusnya memasukkan anjing ke masjid. Itu pelanggaran betul itu maka pelanggaran itu harus dilakukan secara hukum," kata JK, Selasa (2/7/2019).

JK meminta masyarakat menyerahkan penanganan kasus tersebut sepenuhnya kepada pihak yang berwenang.

"Kalau polisi tegas tidak memecah belah masyarakat. Karena masyarakat akan ikut, sama juga pengurus masjid di sana juga sudah mengajukan hukum ke kepolisian,” tambahnya.

JK mengapresiasi langkah pengurus masjid yang menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada polisi. Langkah itu sangat perlu dilakukan agar tidak ada aksi balas dendam.

"Itu cara yang benar. Kita tidak boleh ambil tindakan, katakanlah, membalas di gereja atas tindakan seseorang Itu juga tidak distujui pimpinan agama," ucap Ketua Umum Dewan Masjid (DMI) itu.

Polisi sendiri sudah menetapkan SM, wanita yang membawa anjing ke dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor sebagai tersangka penistaan agama. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan sudah dikirimkan.

"Penyidik meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan dan menaikkan status SM menjadi tersangka dengan pasal persangkaan pasal 156a terkait penodaan atau penistaan agama," kata Kapolres Bogor AM Dicky dikutip dari Merdeka.com, Selasa (2/7/2019).

Dicky mengatakan pihaknya akan langsung menahan SM. Sebelum ditahan, SM akan menjalani pemeriksaan kesehatan karena diduga mengidap gangguan kejiwaan. Keterangan dari pihak keluarga, kata dia, SM memiliki riwayat gangguan jiwa dan dirawat di dua rumah sakit.