RAKYATKU.COM - Pelabuhan Durban di Afrika Selatan dibanjiri sampah plastik, kayu dan puing-puing, setelah hujan lebat merobohkan rumah-rumah dan infrastruktur.
Pamandangan mengerikan itu terungkap dalam video berdurasi 30 detik, yang direkam tanggal 26 April. Video itu diunggah ke YouTube empat hari kemudian.
Kelompok-kelompok pencinta lingkungan telah mendesak orang-orang untuk istirahat dari plastik, dan meluncurkan tagar #BreakFreeFromPlastic.
Transnet National Ports Authority (TNPA) telah memulai pembersihan besar-besaran untuk membuang sampah.
Penjabat Manajer Pelabuhan Durban, Nokuzola Nkowane, mengatakan kepada IOL News bahwa tim sedang bekerja untuk menentukan tingkat kerusakan dan menekankan pentingnya mengurangi limbah plastik.
"kami ingin memohon kepada masyarakat untuk membantu mengurangi polusi plastik, karena hal ini menyebabkan masalah besar ketika puing-puing mengalir ke pelabuhan," katanya.
Dikatakan bahwa sampah itu berasal dari air gabungan dari sungai, kanal dan sistem drainase air hujan, yang mengalir ke pelabuhan.
Selain sampah, banjir di provinsi KwaZulu-Natal dan Eastern Cape juga menyebabkan sekitar 70 orang tewas, dan 1.000 lainnya dipaksa keluar dari rumah mereka.
