RAKYATKU.COM - Presiden National Migration Institute Meksiko, lembaga pemerintah yang mengontrol dan mengawasi migrasi, mengundurkan diri pada hari Jumat (14/06/2019).
Dalam sebuah pernyataan singkat, institut itu mengumumkan bahwa Tonatiuh Guillen Lopez telah menyampaikan pengunduran dirinya kepada Presiden Andres Manuel Lopez Obrador.
Pernyataan itu tidak memberikan alasan atas pengunduran diri Lopez.
Pengunduran dirinya terjadi ketika Meksiko berurusan dengan gelombang migran, sebagian besar dari Amerika Tengah, yang berusaha mencapai Amerika Serikat.
Agen migrasi telah berjuang dengan pemotongan anggaran dan peningkatan permintaan. Ini juga mendapat kecaman dari Amerika Serikat karena tidak berbuat lebih banyak untuk mengendalikan lonjakan migran.
Pada 7 Juni, Amerika Serikat dan Meksiko menyetujui serangkaian tindakan untuk mengatasi aliran migran, termasuk peningkatan penegakan hukum oleh Meksiko dari perbatasan selatannya dengan Guatemala.
Sebelumnya, Lopez Obrador mengatakan bahwa pemerintahnya akan meningkatkan keamanan di perbatasan selatan negaranya, setelah mengakui bahwa ada kontrol yang lemah di sana.
