RAKYATKU.COM - China mengabaikan permintaan pribadi Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau untuk berdialog guna mengakhiri pertikaian diplomatik antar kedua negara.
Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Trudeau, Chantal Gagnon pada hari Rabu (13/06/2019).
Gagnon mengatakan bahwa Trudeau telah meminta untuk melakukan panggilan dengan Perdana Menteri Li Keqiang pada bulan Januari.
Tujuannya adalah, ingin "mengadvokasi secara pribadi" pembebasan dua orang Kanada yang ditahan sebulan sebelumnya, dan meminta pengampunan dalam kasus Kanada lainnya yang kemudian akan dijatuhi hukuman mati karena perdagangan narkoba.
"Permohonan grasi kami (dalam kasus narkoba) juga dibuat langsung kepada pejabat senior Tiongkok," tambahnya.
Pengungkapan itu terjadi di tengah seruan domestik yang meningkat bagi Trudeau untuk meningkatkan tekanan pada China untuk membebaskan kedua orang Kanada, yang menurut pemerintahnya ditahan secara sewenang-wenang.
Dua orang itu adalah mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor. Mereka ditahan tak lama setelah penangkapan eksekutif eksekutif Huawei Meng Wanzhou, di Vancouver, dengan surat perintah AS.
Penahanan mereka telah membuat hubungan antara Ottawa dan Beijing mengalami krisis.
China juga telah memblokir pengiriman pertanian Kanada bernilai miliaran dolar.
Sebagai tanggapan, Ottawa telah mengumpulkan dukungan belasan negara ke pihaknya, termasuk Inggris, Prancis, Jerman dan Amerika Serikat, serta Uni Eropa, NATO dan G7.
Meng tinggal di sebuah rumah di Vancouver dengan jaminan menunggu sidang ekstradisi yang dijadwalkan akan dimulai pada awal 2020.
