Sabtu, 08 Juni 2019 08:25

Terbesar Dalam Sejarah, Lebih 4 Juta Orang telah Meninggalkan Venezuela

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Reuters
Reuters

Lebih dari empat juta rakyat Venezuela telah meninggalkan negara mereka yang menderita kekacauan politik, kekurangan makanan dan hiperinflasi.

RAKYATKU.COM - Lebih dari empat juta rakyat Venezuela telah meninggalkan negara mereka yang menderita kekacauan politik, kekurangan makanan dan hiperinflasi.

"Laju arus keluar dari Venezuela sangat mengejutkan," kata badan pengungsi PBB UNHCR dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dalam sebuah pernyataan bersama.

PBB menyebut eksodus ini sebagai "yang terbesar dalam sejarah Amerika Latin dan Karibia baru-baru ini."

Laju orang yang melarikan diri dari Venezuela telah "melambung tinggi" sejak akhir 2015, di mana sekitar satu juta orang meninggalkan dalam tujuh bulan terakhir saja.

Sebagian besar orang yang telah meninggalkan Venezuela tetap di Amerika Latin. Kolombia menampung jumlah terbesar yaitu 1,3 juta orang, dan Peru adalah yang terbesar berikutnya dengan sekitar 768.000 orang. Chile, Ekuador, Brazil dan Argentina semuanya menampung lebih dari 100.000 orang, kata PBB.

Badan-badan PBB mengatakan negara-negara yang menampung para migran dan pengungsi berada menghadapi kebutuhan dukungan internasional yang mendesak.

"Angka-angka yang mengkhawatirkan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk mendukung masyarakat tuan rumah di negara-negara penerima," kata Eduardo Stein, Perwakilan Khusus UNHCR-IOM untuk pengungsi dan migran Venezuela, dikutip NPR.

"Negara-negara Amerika Latin dan Karibia melakukan bagian mereka untuk menanggapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, tetapi mereka tidak dapat diharapkan untuk terus melakukannya tanpa bantuan internasional," tambahnya.

Ekonomi Venezuela yang meledak telah menyebabkan kekurangan pasokan dasar, seperti makanan dan obat-obatan, dalam beberapa tahun terakhir.

Krisis ini semakin parah tahun ini karena diwarnai perebutan kekuasaan antara pemerintah dan oposisi.

Kedua belah pihak baru-baru ini mengadakan pembicaraan di Oslo, Norwegia, tetapi mereka belum membuahkan hasil yang signifikan.