Senin, 03 Juni 2019 07:30

Tunisia Dituduh Tolak Izinkan Kapal Migran Berlabuh

Andi Chaerul Fadli
Konten Redaksi Rakyatku.Com
foto: Sky News
foto: Sky News

Pihak berwenang Tunisia pada hari Sabtu menghentikan 75 migran yang diselamatkan di laut dari datang ke pantai, menurut kelompok hak asasi manusia dan kapten kapal yang menyelamatkan mereka.

RAKYATKU.COM - Pihak berwenang Tunisia pada hari Sabtu menghentikan 75 migran yang diselamatkan di laut dari datang ke pantai, menurut kelompok hak asasi manusia dan kapten kapal yang menyelamatkan mereka.

Para migran itu terapung-apung di perairan internasional dalam sebuah kapal dengan mesin rusak ketika sebuah kapal tunda Mesir membawa mereka naik, kata kapten pada hari Sabtu dengan syarat anonim, dikutip dari Al Jazeera, Senin (3/6/2019).

Setelah memberi tahu pihak berwenang di Italia dan Malta, para kru menuju pelabuhan Tunisia selatan Zarzis di mana pihak berwenang menolak untuk mengizinkan kapal berlabuh.

"Kami berada dalam situasi kritis, kami hampir 100 di papan dan kami tidak memiliki lebih dari dua hari pasokan air dan makanan," kata kapten kepada kantor berita AFP melalui telepon.

Organisasi hak-hak Tunisia FTDES mengatakan gubernur regional menuntut dukungan pemerintah sebelum menerima para migran, menyusul peningkatan kedatangan baru dari negara tetangga Libya dalam beberapa bulan terakhir.

Pihak berwenang Tunisia tidak menanggapi permintaan komentar AFP.

Awak kapal tunda menyelamatkan 64 warga Bangladesh, sembilan warga Mesir, satu warga Maroko, dan satu warga Sudan, yang telah berangkat dari Zuwara di Libya barat, menurut FTDES.

Bulan lalu, sekitar 60 migran, sebagian besar dari Bangladesh, tenggelam di lepas pantai Tunisia setelah meninggalkan Libya dengan kapal menuju Eropa.

Telah terjadi pengurangan yang signifikan dalam kapal penyelamat yang beroperasi di Laut Mediterania dalam beberapa bulan terakhir, dengan kapal-kapal kemanusiaan menghadapi kesulitan hukum karena negara-negara seperti Italia memberlakukan kebijakan migrasi garis keras.