RAKYATKU.COM - Dua blok gedung ilegal dihancurkan dalam ledakan terkontrol di China pada hari Kamis (30/05/2019).
Bangunan itu berubah menjadi puing-puing dalam hitungan 15 detik, dengan melibatkan 1,1 ton dinamit.
"Ledakan ini telah menggunakan jumlah terbesar dinamit dalam proyek perumahan di Zhengzhou. [Jumlahnya] tujuh kali lebih banyak dari yang kami gunakan untuk meledakkan batu," kata Fang Guifu, kepala insinyur proyek pembongkaran, kepada Dahe.
Sebelum ledakan, para pekerja mengebor 7.263 lubang pada struktur sebelum menanamkan 1.176 ton dinamit, 9.160 detonator dan 3.500 meter sekering peledak.
Mereka juga menggali parit di sekitar lokasi dalam upaya untuk mengurangi dampak pada bangunan di dekatnya.
Kedua menara itu runtuh satu demi satu secara beruntun. Meriam kabut berada di lokasi untuk mengurangi polusi udara.
Bangunan itu terletak di dekat persimpangan yang sibuk di kota Zhengzhou, Provinsi Henan, China tengah.
Kedua gedung itu hanya berjarak delapan meter satu sama lain. koran lokal Dahe, itu dibangun oleh penduduk Desa Changzhai melalui dana yang terkumpul.
Bagian inti dari konstruksi itu selesai pada 2010. Tapi pada saat yang sama, pihak berwenang memerintahkan proyek itu dihentikan, tanpa memberikan alasan.
Namun perencana kota Zhengzhou mengatakan pada hari Rabu bahwa bangunan itu dibongkar untuk memberikan ruang bagi proyek baru yang diprakarsai oleh pemerintah.
Pemerintah Zhengzhou berencana untuk membangun kompleks perumahan mewah, hotel-hotel mewah dan pusat perbelanjaan besar di daerah tersebut.
