Kamis, 30 Mei 2019 09:58

'Egg Boy' Sumbang Rp 997 Juta untuk Para Korban Penembakan di Christchurch

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Instagram
Instagram

Egg Boy, remaja Melbourne yang memecahkan telur di kepala seorang senator Australia menyumbang hampir A$ 100.000 (Rp998 juta) untuk Yayasan Christchurch.

RAKYATKU.COM - Egg Boy, remaja Melbourne yang memecahkan telur di kepala seorang senator Australia, menyumbang A$99,922 (Rp997 juta) untuk Yayasan Christchurch.

"Bagi Anda yang tidak tahu, ada 2 halaman Go Fund Me yang disiapkan untuk membantu menutupi biaya biaya hukum saya dan 'membeli lebih banyak telur'," kata Egg Boy, yang nama lengkapnya Will Connelly di Instagram.

Dia melanjutkan bahwa dia diberikan probono sehingga tidak harus membayar biaya hukum, sehingga memutuskan untuk menyumbangkan semua uang penggalangan dananya untuk membantu para korban serangan Christchurch.

"Itu bukan milik saya untuk disimpan," katanya.

View this post on Instagram

Finally!!! After a huge amount of red tape,$99,922.36 has today been transferred to the Christchurch Foundation and Victims Support. For those of you who don’t know, there were 2 Go Fund Me pages set up to help cover the cost of my legal fees and to ‘buy more eggs’. Gratefully, Gordon Legal acted probono for me so I don’t have any legal fees. I decided to donate all monies to help provide some relief to the victims of the massacre... it wasn’t mine to keep. I want to thank Corey and @sajjad12345 who set up the funds and every single person who donated to the money and made this possible. To the victims of the Tragedy, I whole heartedly hope that this can bring some relief to you. Keep spreading the love. ??????????

A post shared by Will Connolly (@willconnolly__) on

Connelly mengatakan dia berlari ke arah Senator Australia, Fraser Anning dan menepuk kepalanya dengan telur mentah setelah dia menyalahkan pembantaian di masjid-masjid Christchurch pada imigrasi Muslim.

Anning memang dikenal karena menentang imigrasi dan di masa lalu benar-benar menggunakan kata-kata "solusi akhir" - sebuah frasa yang digunakan oleh Nazi - ketika mendiskusikan imigrasi kaum Muslim ke Australia.

Penembakan di Christchurch Selandia Baru menewaskan 50 orang. Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Jacinda Ardern segera mengubah undang-undang senjata negara itu.