RAKYATKU.COM - Setidaknya 25 narapidana tewas dalam bentrokan di sebuah penjara di dalam kantor polisi Venezuela, Jumat (24/05/2019). Insiden itu juga melukai 20 petugas polisi.
Bentrokan pecah ketika polisi pasukan khusus (FAES) berusaha menyelamatkan beberapa pengunjung yang disandera oleh tahanan pada hari Kamis.
"Pagi ini (pihak berwenang) mengirim FAES dan terjadi bentrokan. Para tahanan memiliki senjata, mereka menembak polisi. Rupanya mereka juga meledakkan dua granat," kata Carlos Nieto, direktur LSM Una Ventana a la Libertad, kepada kantor berita AFP.
Namun kelompok hak asasi manusia di Observatorium Penjara Venezuela mempertanyakan kekerasan itu.
"Bagaimana mungkin ada konfrontasi antara tahanan dan polisi, tetapi hanya ada tahanan yang mati? Dan jika para tahanan memiliki senjata, bagaimana senjata itu bisa masuk?" kata mereka.
Kekerasan adalah masalah umum di fasilitas penahanan polisi, di mana para tahanan seharusnya hanya ditahan selama maksimal 48 jam.
Ada sekitar 500 penjara seperti itu di Venezuela. Mereka menampung 55.000 orang, meskipun kapasitas totalnya hanya 8.000.
Penjara yang rusuh ini sendiri dirancang untuk menampung 250 orang, tetapi saat ini memiliki sekitar 540 narapidana.
Venezuela telah mengalami sejumlah bentrokan di penjara dalam beberapa tahun terakhir. Pada Maret 2018, 68 tahanan meninggal dalam kebakaran di sebuah penjara polisi.
Pada Agustus 2017, setidaknya 37 orang tewas ketika kerusuhan pecah di sebuah penjara di Venezuela selatan.
