RAKYATKU.COM - Sedikitnya 17 pelajar tewas dalam kebakaran di sebuah pusat bimbingan belajar di kota Surat, negara bagian Gujarat, India barat.
Juru bicara kantor Kepala Menteri Gujarat Vijay Rupani mengatakan bahwa sebagian besar yang tewas adalah siswa yang menghadiri kelas di gedung itu.
Polisi mengatakan, lebih dari selusin siswa dirawat di rumah sakit karena menderita luka bakar.
"Api dimulai di dekat tangga, sehingga mereka tidak bisa turun," kata Komisioner Gabungan Polisi Harikrishna Patel, seraya menambahkan bahwa semua yang mati berusia di bawah 20 tahun.
Patel menambahkan bahwa kebakaran itu kemungkinan disebabkan oleh korsleting listrik.
Tayangan televisi yang disiarkan pada hari Jumat oleh media setempat menunjukkan orang-orang melompat dari lantai atas gedung 4 lantai, di tengah kepulan asap tebal.
"Para siswa kehilangan nyawa mereka baik karena kebakaran dan melompat keluar dari gedung," kata Deepak Sapthaley, seorang petugas kebakaran, kepada AFP.
Kantor berita Press Trust of India mengatakan, api melalap lantai tiga dan empat gedung itu. Sebanyak 24 mobil pemadam kebakaran dikerahkan memadamkan api.
Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan di Twitter dia memikirkan keluarga-keluarga yang berduka.
"Sangat sedih dengan tragedi api di Surat," kata Modi. "Semoga yang terluka pulih dengan cepat," katanya, seraya menambahkan ia telah menginstruksikan pihak berwenang untuk membantu mereka yang terkena dampak.
