RAKYATKU.COM - Presiden AS Donald Trump telah menyetujui permintaan Pentagon untuk mengirim lebih banyak pasukan ke Timur Tengah.
CNN melaporkan bahwa Trump telah memerintahkan untuk mengirim 1.500 tentara, sebagai bagian dari upaya "yang paling protektif" untuk mencegah ancaman Iran.
"Kami ingin memiliki perlindungan," kata Trump kepada wartawan Jumat di Gedung Putih, dikutip dari CNN.
"Timur Tengah, kami akan mengirim sejumlah kecil pasukan. Beberapa orang yang sangat berbakat akan pergi ke Timur Tengah sekarang dan kita akan lihat apa yang terjadi."
Ditanya berapa banyak pasukan, dia berkata: "Akan ada sekitar 1.500 orang."
"Saya tidak berpikir Iran ingin bertarung," tambah Trump, "dan saya tentu tidak berpikir mereka ingin bertarung dengan kami."
Tak lama setelah pernyataan Trump, Pentagon mengumumkan bahwa Korps Pengawal Revolusi Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap empat kapal tanker di sebuah pelabuhan di Uni Emirat Arab.
Para penyerang itu diduga menggunakan ranjau limpet, sejenis ranjau yang melekat pada sebuah kapal dan kemudian diledakkan.
Namun, Sekretaris Pertahanan AS, Patrick Shanahan mengatakan kepada Washington Post pada hari Kamis bahwa penyebaran pasukan ke Timur Tengah adalah tentang pencegahan, "bukan perang."
Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir Iran 2015 setahun yang lalu, dan ketegangan antara Teheran dan Washington meningkat sejak saat itu.
Baru-baru ini Iran mengumumkan bahwa mereka akan mempercepat pengayaan uranium jika negara-negara lain tidak membantunya mengurangi sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump.
