Senin, 13 Mei 2019 09:17

20 Pria Bersenjata Serbu Gereja: 6 Orang Tewas

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Polisi Burkina Faso berpatroli di luar hotel Splendid dan restoran Cappuccino menyusul serangan jihadis di Ouagadougou pada 16 Januari 2016.
Polisi Burkina Faso berpatroli di luar hotel Splendid dan restoran Cappuccino menyusul serangan jihadis di Ouagadougou pada 16 Januari 2016.

Sedikitnya enam orang tewas dalam penembakan di sebuah gereja Katolik di Burkina Faso, Minggu (12/05/2019).

RAKYATKU.COM - Sedikitnya enam orang tewas dalam penembakan di sebuah gereja Katolik di Burkina Faso, Minggu (12/05/2019).

Pihak berwenang mengatakan, sekitar 20 pria bersenjata menyerbu ketika para jemaat meninggalkan gereja sekitar jam 9 pagi waktu setempat.

Insiden itu terjadi di kota Dablo, sekitar 120 mil dari ibukota, Ouagadougou.

Walikota Dablo mengatakan kepada Reuters bahwa para penyerang kemudian membakar gereja, lalu menjarah sebuah apotek dan beberapa toko lain sebelum meninggalkan daerah itu.

"Kelompok-kelompok teroris ini sekarang menyerang agama dengan tujuan mengerikan untuk memecah belah kami," demikian bunyi pernyataan dari pemerintah.

Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Tapi dalam beberapa bulan terakhir, negara itu telah berjuang melawan kekerasan dari para jihadis, termasuk penculikan dan pembunuhan.

Serangan itu adalah insiden kedua terhadap orang-orang Kristen dalam waktu dua minggu di negara itu.

Dalam serangan lain pada hari Jumat, lima guru ditembak mati.

Seorang pria bersenjata juga menembak dan membunuh seorang pendeta dan lima jemaat pada bulan April di sebuah gereja Protestan di wilayah yang sama di Burkina Faso.

Pada bulan Desember, pemerintah Burkina Faso mendeklarasikan keadaan darurat di beberapa provinsi yang berbatasan dengan Mali karena serangan militan yang mematikan.