Sabtu, 27 April 2019 13:46

Dua Korea Menandai Ulang Tahun KTT Moon-Kim Dengan Nada Berbeda

Suriawati
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kim Jong Un (kiri) dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengadakan pertemuan pertama mereka pada 27 April 2018 (AFP)
Kim Jong Un (kiri) dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengadakan pertemuan pertama mereka pada 27 April 2018 (AFP)

Korea Utara dan Korea Selatan pada hari Sabtu membuat catatan berbeda ketika menandai peringatan pertama pertemuan puncak antara para pemimpin mereka.

RAKYATKU.COM - Korea Utara dan Korea Selatan pada hari Sabtu membuat catatan berbeda ketika menandai peringatan pertama pertemuan puncak antara para pemimpin mereka.

Kanto Berita Korea Utara, KCNA menyebut bahwa KTT Kim-Moon setahun lalu telah memulai kembali "detak jam reunifikasi".

Tapi media menuduh AS telah menekan Seoul untuk mengambil langkah-langkah tertentu dalam pendekatan mereka terhadap Korea Utara.

Sementara itu, surat kabar konservatif Dong-A Ilbo di Korea Selatan, mencatat bahwa hubungan antar-Korea telah kembali ke "pola lama," di mana Seoul secara sepihak berusaha melibatkan Pyongyang meskipun berulang kali dihina oleh tetangganya.

"Setahun yang lalu, pemimpin Korea Utara itu tampak mendengarkan dengan penuh perhatian kata-kata Presiden Moon di jembatan (di Panmunjom), tetapi sekarang dia dengan terang-terangan mengabaikan Selatan," kata surat kabar itu.

Kim Jong Un dan Presiden Moon Jae-in mengadakan pertemuan pertama mereka pada tanggal 27 April tahun lalu di Zona Demiliterisasi.

Itu kemudian membuka jalan bagi pertemuan puncak bersejarah antara Kim dan Presiden AS Donald Trump di Singapura pada bulan Juni.

Tetapi satu tahun kemudian, hanya sedikit kemajuan telah dicapai, di mana Pyongyang dan Washington menemui jalan buntu sejak pertemuan puncak kedua antara Trump dan Kim di Hanoi pada bulan Februari berakhir tanpa kesepakatan.

Awal bulan ini Kim mengecam Korsel dalam pidatonya di hadapan legislatif dengan mengatakan bahwa negara itu tidak boleh "berpura-pura sebagai mediator dan fasilitator antara AS dan Korea Utara."

Pada pertemuan puncak pertamanya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin minggu ini, Kim menuduh AS bertindak dengan "itikad buruk" di Hanoi dan memperingatkan situasi "mungkin kembali ke keadaan semula".