Sabtu, 27 April 2019 04:00

Kapan Waktu Terbaik Membaca Alquran?

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kapan Waktu Terbaik Membaca Alquran?

Membaca Alquran merupakan sebuah ibadah yang bernilai pahala yang berlipat ganda.

RAKYATKU.COM - Membaca Alquran merupakan sebuah ibadah yang bernilai pahala yang berlipat ganda. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa satu huruf Alquran bernilai setara dengan sepuluh kebaikan. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Alquran, maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, dan satu kebaikan tersebut dilipatkangandakan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Aku tidak mengatakan Alif-Lam-Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Lalu kapan waktu terbaik untuk membaca Alquran? Dalam membaca Alquran, diperbolehkan membaca kapanpun dan di manapun, selagi bukan pada tempat najis seperti di kamar mandi atau tempat kotor lainnya. Imam Nawawi menyebutkan ada beberapa waktu yang paling utama untuk membaca Alquran.

Imam Nawawi mengatakan waktu yang terbaik untuk membaca Alquran adalah pada saat berdiri ketika salat. Beberapa imam madzhab seperti Imam Syafi`i dan imam-imam lainnya berpendapat memperlama berdiri ketika salat lebih baik daripada memperlama sujud.

Membaca Alquran ketika salat ada tiga macam keadaan. Keadaan pertama, tidak membawa mushaf atau menggunakan hafalan. Keadaan kedua, dengan membawa mushaf yang diletakkan di depan tempat salat. Sedangkan keadaan ketiga, membawa mushaf dengan diletakkan di saku dan diambil ketika akan membacanya.

Tidak ada masalah ketika membaca Alquran dengan menggunakan hafalan atau memakai mushaf yang diletakkan di depan tempat salat. Dengan catatan, ketika meletakkan mushaf tidak boleh di tempat yang terlalu rendah.

Sedangkan membawa mushaf di saku ketika salat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Menurut madzhab Syafi`iyyah, seseorang tidak boleh bergerak dengan gerakan kasar lebih dari tiga kali secara berturut-turut. 

Gerakan kasar yang dimaksud disini adalah gerakan seperti mengayun tangan, memindah kaki, berjalan, dan lain sebagainya. Sedangkan gerakan jari seperti menggaruk tidak termasuk gerakan kasar. Maka dari itu, seseorang harus berhati-hati ketika mengambil dan mengembalikan Alquran dari saku. Hal ini karena gerakan yang berlebihan akan dapat membatalkan salat.

Imam Nawawi menambahkan waktu utama untuk membaca Alquran di luar salat adalah ketika di malam hari. Lebih tepatnya ketika setengah akhir malam hari (sekitar jam 12 malam hingga subuh). Selain itu, waktu antara magrib dan isya juga merupakan waktu yang utama untuk membaca Alquran.

Sedangkan pada siang hari, waktu yang utama adalah ketika sehabis salat Shubuh. Beberapa pendapat mengatakan waktu setelah asar adalah waktu yang dimakruhkan untuk membaca Alquran. Namun pendapat ini ditolak dan tidak ada dasarnya menurut Imam Nawawi.

Waktu-waktu lain yang diutamakan untuk membaca Alquran adalah ketika hari Jumat, Senin, dan Kamis. Selain itu, waktu-waktu seperti hari Arafah, hari-hari Bulan Ramadan (terutama pada sepuluh hari terakhir), dan sepuluh hari pertama Bulan Zulhijah adalah waktu yang utama untuk membaca Al-Quran.

Wallahualam.

Sumber: Islami.co