RAKYATKU.COM - Pemakaman pertama korban penembakan di masjid Selandia Baru telah dimulai, Rabu (20/03/2019).
Para relawan turun ke Christchurch untuk membantu proses pemakaman dan mendukung keluarga korban.
Pejabat kota Christchurch mengeluarkan panduan ketat untuk media menjelang pemakaman dan meminta agar para keluarga korban diberikan privasi.
"Jenazah akan dibawa ke lokasi, dibawa ke tenda pribadi yang telah ditetapkan sebagai area keluarga," kata seorang juru bicara dewan.
"Setelah waktu yang singkat untuk shalat, keluarga dan teman-teman akan membawa mayat itu ke situs kuburan tempat mayat itu akan diletakkan," tambahnya.
Menurut anjuran Islam, mayat-mayat harus dimakamkan sesegera mungkin, tapi penguburan para korban harus tertunda berhari-hari karena proses identifikasi.
Komisaris Polisi, Mike Bush mengatakan 21 mayat telah diidentifikasi secara resmi dan diserahkan ke keluarga. Dan semua mayat telah selesai menjalani pemeriksaan post-mortem.
Sukarelawan memandikan mayat
BBC melaporkan bahwa beberapa mayat korban dimandikan pada hari Selasa, sebagian dengan bantuan sukarelawan yang diterbangkan dari luar negeri.
Javed Dadabhai, seorang sukarelawan dari Auckland, mengatakan kepada AFP bahwa skala serangan itu mengilhaminya untuk membantu.
"Christchurch adalah komunitas kecil, jadi ... ketika Anda melihat kehilangan 50 orang, Anda benar-benar perlu turun dan membantu di mana pun Anda bisa," katanya.
Sejumlah relawan juga telah mengunjungi pusat dukungan keluarga di dekat Masjid Al Noor di mana serangan itu terjadi.
"Ini adalah masa yang sulit tetapi kami harus kuat dan setia dan percaya bahwa kami akan mengatasi ini," kata sukarelawan lain bernama Mohammed Bilal kepada AFP.
Dia menambahkan: "Orang-orang datang ke sini untuk saling membantu dan melakukan sesuatu yang baik untuk masyarakat kita."
