RAKYATKU.COM - Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev yang telah memimpin negara kaya minyak itu sejak jatuhnya Uni Soviet, mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Selasa.
Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, pria berusia 78 tahun itu mengatakan bahwa dia ingin mengalihkan kekuasaan ke generasi baru.
"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk melayani orang-orang," kata Nazarbayev. "Saya telah bekerja keras untuk memenuhi keinginan bangsa."
Nazarbayev mengumumkan bahwa ketua majelis tinggi, Kassym-Jomart Tokayev, akan mengambil alih kekuasaan sebagai kepala negara hingga pemilihan presiden berikutnya, sesuai amanat konstitusi negara.
Tokayev sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri dan menteri luar negeri, sementara bekerja sebagai direktur jenderal kantor PBB di Jenewa antara 2011 hingga 2013.
Terlepas dari pengunduran dirinya, Nazarbayev akan tetap mempertahankan pengaruh politik yang signifikan di Kazakhstan sebagai ketua Dewan Keamanan dan pemimpin partai Nur Otan yang berkuasa.
Selama pengumuman pengunduran dirinya dari kursi presiden, ia menegaskan bahwa ia akan selalu terlibat dalam pemerintahan.
"Saya akan melayani kalian sampai akhir hayatku," kata Nazarbayev.
Nursultan Nazarbayev memenangkan pemilihan presiden yang tidak terbantahkan pada tahun 1990-an, dan telah berkuasa lebih dari 30 tahun.
Pada tahun 2004, partainya, Nur Otan mempertahankan kursi yang diperlukan untuk mengendalikan majelis rendah, dan pada tahun 2015, Nazarbayev terpilih kembali dengan 97,7 persen suara.
