Selasa, 19 Maret 2019 16:24

Dikaitkan dengan Penembakan di Selandia Baru, Donald Trump Curhat di Twitter

Andi Chaerul Fadli
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Dikaitkan dengan Penembakan di Selandia Baru, Donald Trump Curhat di Twitter

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeluhkan sejumlah tanggapan yang mengaitkan dirinya dengan kasus penembakan di Selandia Baru. Keluhannya itu disampaikan langsung di akun Twitternya, kemarin.

RAKYATKU.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeluhkan sejumlah tanggapan yang mengaitkan dirinya dengan kasus penembakan di Selandia Baru. Keluhannya itu disampaikan langsung di akun Twitternya, kemarin.

"Media Berita Palsu bekerja lembur untuk menyalahkan saya atas serangan mengerikan di Selandia Baru," kata Trump kepada lebih dari 59 juta pengikutnya di Twitter, dikutip dari Asia One, Selasa (19/3/2019).

"Mereka harus bekerja sangat keras untuk membuktikannya. Sangat konyol!" tambah Trump.

Trump tampaknya merujuk pada kritik atas tanggapannya terhadap serangan itu, yang diduga dilakukan oleh seorang supremasi kulit putih berusia 28 tahun yang mengaku menentang genosida terhadap orang kulit putih.

Dalam kata-kata kasar yang panjang, tersangka pembunuh menyebut Trump sebagai "simbol identitas kulit putih yang diperbarui". Trump melakukan beberapa kali tweet dan berbicara untuk mengutuk serangan "mengerikan" dan menawarkan bantuan AS kepada pihak berwenang Selandia Baru.

Namun, ia menimbulkan kontroversi pada hari Jumat ketika ia mengecilkan implikasi yang lebih luas dari ideologi pria bersenjata itu, dengan mengatakan bahwa nasionalisme putih yang keras bukan masalah yang terus berkembang.

"Itu sekelompok kecil orang," katanya.

Kepala keamanan tanah air Trump, Kirstjen Nielsen, memberikan penekanan yang berbeda pada Senin dalam pidatonya di mana dia mengatakan bahwa "teroris domestik", seperti pembunuh Selandia Baru, semakin menyerupai ancaman yang lebih dikenal dari kelompok-kelompok Islam.