Selasa, 05 Februari 2019 03:32

Waspadai Kehamilan Ektopik

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi
Ilustrasi

Proses pembuahan biasanya terjadi di tuba falopi. Sel telur yang keluar dari ovarium akan bertahan selama 12-24 hari di sini. Selanjutnya sperma yang masuk akan segera membuahi.

RAKYATKU.COM – Proses pembuahan biasanya terjadi di tuba falopi. Sel telur yang keluar dari ovarium akan bertahan selama 12-24 hari di sini. Selanjutnya sperma yang masuk akan segera membuahi. Sel telur yang sudah dibuahi biasanya berada di tuba falopi selama 3-4 hari. Selanjutnya akan bergerak ke rahim dan menempel di dindingnya, membesar, dan dilahirkan.

Kalau sel telur yang harus menempel di rahim justru menempel di tempat lain, artinya seorang wanita mengalami kehamilan ektopik. Janin biasanya menempel di tuba falopi atau mana pun selain rahim.

Penyebab kehamilan ektopik
Penyebab utama kehamilan ektopik masih belum jelas. Namun, beberapa kondisi di bawah ini disinyalir bisa menyebabkan gangguan berbahaya ini. Berikut ulasan selengkapnya seperti dilansir dari Doktersehat.

Ada inflamasi atau infeksi di tuba falopi. Kondisi ini membuat sel telur yang sudah dibuahi justru menempel dan tidak bergerak ke rahim untuk menempel dan membesar.

Gangguan atau ketidakseimbangan hormon yang terjadi pada wanita juga menyebabkan kehamilan ektopik.

Kelainan genetik juga memicu kehamilan ektopik meski peluangnya tidak banyak. Hanya ada 1 kelainan di 50 kehamilan yang terjadi atau sekitar 2% saja.

 

Masalah medis yang menyebabkan kelainan bentuk pada tuba falopi. Kondisi ini membuat sel telur yang telah dibuahi susah bergerak ke rahim dan mau tidak mau menempel di sana.

Faktor risiko yang menyebabkan kehamilan ektopik
Selain disebabkan oleh masalah di tuba falopi, seorang wanita bisa lebih mudah mengalami kehamilan ektopik karena beberapa hal di bawah ini.

  • Wanita hamil dengan usia di atas 35 tahun. Pada usia ini kehamilan sangat berisiko. Tidak hanya masalah kehamilan ektopik saja, kematian juga bisa terjadi.
  • Pernah melakukan operasi di perut dan area pelvis berkali-kali. Operasi menyebabkan area rahim menjadi mengalami kelainan.
  • Melakukan aborsi berkali-kali apa pun alasannya termasuk alasan medis.
  • Pernah mengalami inflamasi di pelvis. Inflamasi ini muncul dari penyakit infeksi menular seksual yang tidak ditangani dengan baik.
  • Pernah memiliki endometriosis dan sembuh atau sering kambuh. Endometriosis menyebabkan sel telur susah menempel di rahim. Dampaknya, sel telur bergerak ke bawah menuju serviks.
  • Pembuahan yang terjadi karena obat penyubur yang dikonsumsi secara berlebihan.
  • Aktif merokok di masa lalu atau masih melakukannya hingga sekarang.
  • Pernah mengalami gonore dan klamidia di masa lalu dan sembuh. Efek samping dari infeksi ini adalah gangguan implantasi janin.
  • Pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya.

Tanda kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik bisa terjadi pada semua wanita. Kelainan ini bisa dilihat dengan melihat beberapa tanda di bawah ini.

  • Nyeri yang sangat menyiksa dan bisa muncul berkali-kali. Nyeri ini biasanya terjadi di perut bagian bawah, bahu, dan kadang leher sehingga wanita kerap merasa tidak nyaman.
  • Sakit yang sangat kuat dan susah ditahan. Beberapa wanita sampai mengalami pingsan atau tidak bisa mengendalikan tubuhnya dengan baik. Rasa sakit ini muncul di beberapa bagian dari perut.
  • Perdarahan ringan dan deras juga terjadi di vagina. Perdarahan sebenarnya wajar terjadi di vagina. Namun, perdarahannya hanya sementara saja. Hal ini dipicu aktivitas implantasi. Kalau perdarahan di awal kehamilan terus terjadi, bisa jadi merupakan tanda kehamilan ektopik.
  • Sering sekali mengalami pusing berlebihan dan ingin muntah. Kondisi ini mungkin agak rancu dengan morning sick. Namun, kalau kehamilan ektopik terjadi, siang hingga sore bisa terjadi.
  • Area anus terasa sangat sakit dan menyiksa. Ada tekanan yang kuat di sana sehingga wanita tidak nyaman meski hanya digunakan untuk duduk saja.
  • Badan jadi mudah lelah dan lemah. Meski hanya melakukan aktivitas sederhana saja, tubuh lemas mendadak hingga bisa membuat wanita jadi pingsan.