Senin, 07 Januari 2019 11:11

Prosesi Ma'gentung Awali Rangkaian Pernikahan Putra Nurdin Abdullah

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Prosesi pernikahan putra Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, M Fathul Fauzy Nurdin dan Gunya Paramasukhaputri dimulai dengan acara Ma'gentung.
Prosesi pernikahan putra Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, M Fathul Fauzy Nurdin dan Gunya Paramasukhaputri dimulai dengan acara Ma'gentung.

Prosesi pernikahan putra Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, M Fathul Fauzy Nurdin dan Gunya Paramasukhaputri dimulai dengan acara Ma'gentung.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Prosesi pernikahan putra Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, M Fathul Fauzy Nurdin dan Gunya Paramasukhaputri dimulai dengan acara Ma'gentung. Prosesi itu digelar di rumah jabatan gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (7/1/2018).

Acara Ma'gentung ini dimulai pada pukul 09.50 Wita. Dalam acara itu, Uji - sapaan Fathul Fauzy - mengenakan kemeja putih lengan panjang, sarung biru motif kotak-kotak, dan memakai peci hitam. 

Uji duduk di atas pelaminan. Sementara beberapa orang, menyalakan sejumlah lilin merah berukuran kecil. 

Prosesi Ma'gentung dimulai. Suara gendang dan gong dibunyikan mengiringi prosesi ini. Tamu, keluarga dan kerabat dekat duduk lesehan. 

Dua perempuan lalu duduk di sisi kanan dan kiri Uji. Keduanya memimpin prosesi Ma'gentung ini. Wanita itu lalu membakar dupa. Sebagai tanda dimulainya acara ini. Asap dari dupa itu, lalu diarahkan ke kepala Uji.

"Memang sengaja dibakar, karena baunya yang harum. Supaya malaikat datang membantu kita," kata sepupu Nurdin Abdullah, Andi Sinasari. 

Di atas lamming atau pelaminan itu, digantung sarung sebanyak 18. Sarung putih sebanyak dua lembar. Sarung yang tidak sembarang ini, didatangkan khusus dari Bantaeng. 

Bukan hanya itu, Di depan Lamming itu, ada 12 bakul kecil. Gula merah yang dibungkus, juga sebanyak 12, lilin 12. Serba 12 itu, dilambangkan kesempurnaan.

Setelah itu, ibu Uji, Liestiaty F Nurdin diajak duduk di dekat Uji. Lies menyuapi beberapa kue tradisional ke Uji. Seperti onde-onde, dan dua buah pisang.

"Kue yang disuap ini, juga masing-masing punya makna. Cuma panjang kalau mau dijelaskan satu-satu," ujarnya. 

Sementara itu, Lies mengungkapkan, proses adat pernikahan Uji ini, menggabungkan adat Bantaeng dan Pangkep. 

"Jadi itu dipadukan. Kenapa adat Bantaeng, karena memang bapak (Nurdin Abdullah) keturunan kerajaan Bantaeng," ujar Lies.