Selasa, 01 Januari 2019 16:31

Bila Jadi Presiden, Prabowo Bakal Contoh Rusia

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Prabowo Subianto. (Foto: Detik.com)
Prabowo Subianto. (Foto: Detik.com)

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mengedepankan politik kebencanaan andai terpilih menjadi presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019. 

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mengedepankan politik kebencanaan andai terpilih menjadi presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019. 

"Lebih teknis, Pak Prabowo ingin mendorong kementerian khusus terkait kebencanaan. Ini ada contohnya di beberapa negara seperti Rusia," kata Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Jakarta, Selasa (1/1/2019) dikutip Viva.co.id.

Dahnil berujar, Indonesia yang punya belasan ribu pulau dan panjang garis pantai luar biasa, pada prinsipnya merupakan daerah rawan bencana. 

Akan tetapi, dalam penanganan bencana, pemerintah selalu menghadapi masalah yang terus berulang. Bahkan profesionalisme penanganan pascabencana juga jadi permasalahan.

"Kekuatan penanganan bencana di Indonesia hari ini hanya ada pada kekuatan solidaritas masyarakatnya. Ini yang turun duluan lebih cepat solidaritas dan kohesivitas sosial. Ada Nahdlatul Ulama yang turun, ada Muhammadiyah, ada FPI yang notabene bukan mandatory buat mereka," tutur Dahnil.

"Early warning system tsunami saja bisa rusak atau hilang dicuri, artinya memang sejak awal kita tidak peduli dengan ancaman bencana ini," tambanya.

Dahnil mengatakan, Prabowo-Sandi akan memberikan perhatian khusus dan mengerahkan sumber daya yang ada terhadap upaya Indonesia dalam mengantisipasi datangnya bencana.

"Kebijakan fiskal kita akan maksimalkan anggaran kebencanaan. Kita akan dorong yang disebut literasi kebencanaan agar masyarakat lebih tahu dan peduli," kata Dahnil.