Jumat, 30 Oktober 2026 22:04

Unhas Gandeng Mitra Eropa Tangani Resistensi Antimikroba, 3.500 Warga Makassar Jadi Sasaran Program

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Direktur Kemitraan Strategis Universitas Hasanuddin, Abdullah Sanusi, memperkenalkan model kolaborasi riset kesehatan dan kemitraan akademik internasional dalam forum Sustainable Futures Showcase di Metro Manila, Filipina, 27–28 Oktober 2026
Direktur Kemitraan Strategis Universitas Hasanuddin, Abdullah Sanusi, memperkenalkan model kolaborasi riset kesehatan dan kemitraan akademik internasional dalam forum Sustainable Futures Showcase di Metro Manila, Filipina, 27–28 Oktober 2026

Unhas menggandeng ICARS Denmark dan Monash University Indonesia untuk mengembangkan program penanganan resistensi antimikroba bagi 3.500 warga Makassar.

RAKYATKU.COM,MANILA, FILIPINA – Universitas Hasanuddin (Unhas) memperluas kerja sama internasional di bidang kesehatan dengan mengembangkan program penelitian yang dirancang menjangkau sekitar 3.500 warga di 12 komunitas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Program tersebut berfokus pada persoalan penggunaan antimikroba, resistensi antimikroba, sanitasi, pengelolaan air limbah, hingga kesehatan lingkungan yang memiliki kaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat.

Inisiatif ini menjadi salah satu model kemitraan internasional yang diperkenalkan Unhas dalam forum Sustainable Futures Showcase: Talent and Collaboration in Action di Seda Vertis North, Metro Manila, Filipina, pada 27–28 Oktober 2026.

Baca Juga : Siswa SMAN 5 Makassar Ketiban Rezeki, Bawa Pulang Honda BeAT dari Honda DBL 2026

Melalui forum yang mempertemukan perguruan tinggi dan institusi dari ASEAN serta Eropa tersebut, Unhas menunjukkan bahwa kerja sama internasional tidak hanya diarahkan pada penguatan hubungan kelembagaan, tetapi juga pada pengembangan solusi terhadap persoalan masyarakat.

Gandeng Denmark dan Monash University Indonesia

Salah satu kerja sama yang diperkenalkan Unhas melibatkan International Centre for Antimicrobial Resistance Solutions (ICARS), Denmark, dan Monash University Indonesia.

Baca Juga : Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 Panahan Berkuda Internasional di Malaysia, Harumkan Nama Indonesia

Kolaborasi tersebut mengintegrasikan pendekatan One Health dan Planetary Health dalam menangani persoalan penggunaan antimikroba (antimicrobial use/AMU) serta resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR).

Pendekatan ini menempatkan kesehatan manusia, lingkungan, dan berbagai faktor yang saling berkaitan sebagai bagian dari upaya memahami persoalan resistensi antimikroba.

Program tersebut dirancang melibatkan peneliti dari ketiga institusi serta mahasiswa pascasarjana.

Baca Juga : Unhas Gandeng Coventry University Inggris, Siapkan Transformasi Kampus Berbasis Riset Kelas Dunia

Selain memperkuat kegiatan penelitian, kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat di Makassar.

Sekitar 3.500 Warga Makassar Jadi Sasaran Program

Program kolaborasi kesehatan tersebut dirancang menjangkau sekitar 3.500 warga yang tersebar di 12 komunitas di Kota Makassar.

Baca Juga : Asmo Sulsel Edukasi Karyawan Cargill Makassar, Kenalkan Cara Aman Berkendara Motor Listrik Honda

Fokus kegiatannya mencakup penelitian mengenai perilaku penggunaan antimikroba, pengelolaan sanitasi, serta kondisi lingkungan yang berkaitan dengan potensi penyebaran resistensi antimikroba.

Sejumlah kegiatan yang dikembangkan meliputi pelatihan sanitasi dan pengelolaan air limbah bagi masyarakat.

Tim peneliti juga melakukan kajian mengenai perilaku penggunaan antimikroba serta pemantauan penggunaannya pada tingkat rumah tangga dan layanan kesehatan primer.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Melalui pendekatan tersebut, penelitian tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kebiasaan masyarakat dan kondisi lingkungan.

Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Gunakan Teknologi Nanopore untuk Analisis Lingkungan

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Selain kegiatan edukasi dan penelitian perilaku masyarakat, kolaborasi Unhas bersama mitra internasional juga mencakup pemanfaatan teknologi analisis molekuler.

Salah satu metode yang digunakan adalah Nanopore metagenomic sequencing.

Teknologi tersebut menjadi bagian dari proses analisis sampel lingkungan untuk mendukung penelitian mengenai resistensi antimikroba.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Program ini juga mencakup pemetaan pemangku kepentingan dan pelibatan pemerintah dalam pengembangan kebijakan.

Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan pengelolaan lingkungan.

Dengan demikian, kegiatan penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat mendukung penyusunan solusi berdasarkan kondisi lapangan.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Unhas Perkuat Riset Kedokteran dengan Belanda

Selain kerja sama penanganan resistensi antimikroba, Unhas memperkenalkan model kemitraan akademik jangka panjang bersama Amsterdam University Medical Centers (Amsterdam UMC)/VU University Medical Center, Belanda.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada penguatan bidang kedokteran dan kedokteran gigi.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Bentuk kerja sama mencakup penelitian bersama, pengembangan pendidikan pascasarjana, serta pertukaran akademik.

Sejumlah bidang penelitian yang dikembangkan antara lain orofacial cleft atau celah pada area wajah dan mulut, orthognathic surgery atau bedah koreksi rahang, penanganan ameloblastoma, serta pengembangan biomaterial dalam kedokteran gigi.

Kemitraan ini juga diarahkan untuk memperkuat penelitian dan pengembangan bukti klinis yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Khususnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pengetahuan dan kapasitas akademik dalam menjawab tantangan kesehatan di kawasan Indonesia Timur.

Abdullah Sanusi: Kerja Sama Jangan Berhenti pada MoU

Direktur Kemitraan Strategis Unhas, Abdullah Sanusi, S.E., MBA., Ph.D., menegaskan bahwa kerja sama internasional perguruan tinggi harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Hal tersebut disampaikan Abdullah ketika mewakili Unhas dalam presentasi bertajuk UNHAS–EU Partnerships for Healthier Communities and Sustainable Futures.

Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi perlu diarahkan pada penguatan penelitian, peningkatan kapasitas akademik, dan penyelesaian persoalan masyarakat.

“Kemitraan internasional tidak seharusnya berhenti pada penandatanganan kesepakatan. Kemitraan harus berkembang menjadi kolaborasi yang menghasilkan pengetahuan, membangun kapasitas, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelas Abdullah.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Ia menilai keberhasilan kerja sama tidak cukup hanya diukur dari banyaknya kesepakatan antarlembaga.

Kolaborasi juga perlu menghasilkan kegiatan penelitian, pertukaran pengetahuan, dan kontribusi terhadap pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pengalaman Indonesia Timur Jadi Kontribusi Global

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Abdullah menjelaskan bahwa keterlibatan Unhas dalam kerja sama lintas negara tidak hanya bertujuan memperoleh manfaat dari keunggulan akademik mitra internasional.

Menurutnya, pengalaman penelitian serta kondisi sosial masyarakat Indonesia Timur juga memiliki nilai penting dalam pengembangan pengetahuan global.

Melalui kolaborasi tersebut, Unhas berupaya mempertemukan kapasitas akademik internasional dengan kebutuhan dan pengalaman masyarakat lokal.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Pendekatan ini menempatkan Unhas sebagai mitra yang turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

“Melalui kolaborasi dengan mitra di Eropa dan kawasan, Unhas ingin membawa kekuatan akademik global untuk menjawab persoalan nyata di Indonesia,” ujar Abdullah.

“Pada saat yang sama, pengalaman dan konteks lokal yang kita miliki juga sebagai kontribusi penting bagi pengembangan pengetahuan dan solusi pada tingkat global,” tambahnya.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Ia berharap kemitraan yang dikembangkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Unhas dan IPB Wakili Indonesia dalam Forum Internasional

Dalam kegiatan Sustainable Futures Showcase, Unhas bersama IPB University tercatat sebagai dua perguruan tinggi Indonesia yang menampilkan praktik kemitraan internasional.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Keduanya bergabung dengan perguruan tinggi dan institusi dari berbagai negara ASEAN dan Eropa.

Para peserta memperkenalkan model kolaborasi melalui pameran poster serta sesi institutional partnership pitching.

Forum ini menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai pengembangan penelitian, inovasi, peningkatan kapasitas akademik, dan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui program EU–ASEAN Sustainable Connectivity Package – Higher Education (SCOPE-HE) yang didanai Uni Eropa dan bekerja sama dengan Commission on Higher Education (CHED) Filipina.

Dorong Inovasi dan Ekonomi Biru Berkelanjutan

Sustainable Futures Showcase: Talent and Collaboration in Action merupakan bagian dari The 4th ASEAN–EU Policy Dialogue on Higher Education: Advancing Innovation and Skills for a Sustainable Blue Economy.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Forum yang berlangsung pada 27–28 Oktober 2026 di Metro Manila tersebut membahas sejumlah isu strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi.

Pembahasan mencakup penguatan riset dan inovasi, mobilitas akademik, pengembangan keterampilan masa depan, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap ekonomi biru berkelanjutan.

Melalui partisipasi dalam forum tersebut, Unhas memperkenalkan pendekatan kemitraan internasional yang menghubungkan kegiatan penelitian, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga : Regulator Pasar Modal ASEAN Dukung Reformasi Indonesia, OJK Perkuat Transparansi dan Perlindungan Investor

Kolaborasi dengan ICARS Denmark, Monash University Indonesia, serta Amsterdam UMC Belanda menjadi contoh bagaimana jejaring akademik internasional dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas penelitian sekaligus mendukung penyelesaian persoalan kesehatan masyarakat di Indonesia.

#Universitas Hasanuddin #unhas #Abdullah Sanusi #ICARS Denmark #Monash University Indonesia #Amsterdam UMC #Resistensi Antimikroba #Kesehatan Masyarakat #riset internasional #makassar #ASEAN #Uni Eropa #SCOPE-HE.