RAKYATKU.COM,MAKASSAR – Startup asal Makassar, Belyo, berhasil menembus 20 besar program NextDev ke-12 yang diselenggarakan Telkomsel. Pencapaian tersebut diraih setelah Belyo mengikuti kompetisi Pitching Battle dalam rangkaian NextDev Local Meet-Up Makassar, Kamis (22/10/2026).
Belyo menjadi salah satu inovasi digital lokal yang mendapat kesempatan melaju langsung ke tahap 20 besar melalui pengembangan solusi teknologi untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengelola aktivitas bisnis secara lebih praktis.
Startup tersebut menawarkan layanan yang mengintegrasikan pengelolaan katalog produk, pemesanan, hingga komunikasi pelanggan melalui platform digital.
Baca Juga : Pelajar Sumsel Ciptakan Teknologi AI dan IoT untuk Kendalikan Hama Pertanian, Raih Penghargaan Nasional
Keberhasilan Belyo sekaligus memperlihatkan potensi talenta digital Makassar dalam menghadirkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan pelaku usaha lokal.
Belyo Tawarkan Solusi Digital untuk UMKM
Belyo mengembangkan solusi bagi pelaku usaha yang selama ini masih mengelola berbagai aktivitas bisnis secara manual.
Baca Juga : Tujuh Dekade Asuransi Astra: Dari Makassar, Kepercayaan Tumbuh Saat Janji Perlindungan Terbukti
Pengelolaan katalog produk, pesanan pelanggan, kurir, hingga komunikasi melalui berbagai kanal sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kecil.
Melalui platform yang dikembangkan, Belyo menawarkan etalase produk digital dan sistem checkout yang terhubung langsung dengan WhatsApp.
Startup tersebut juga mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melalui BelyoAI.
Baca Juga : Telkomsel Ajak Sekolah Beralih ke Administrasi Digital Lewat Skul.id
Pengembangan tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha memanfaatkan teknologi dalam mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.
Meski demikian, Telkomsel belum merinci jumlah UMKM pengguna Belyo, tingkat adopsi layanan, maupun dampak finansial yang telah dihasilkan platform tersebut.
Dalam kompetisi Pitching Battle, Belyo bersaing dengan dua tim lainnya yang telah lolos seleksi awal.
Baca Juga : Dorong Usaha Naik Kelas, OJK dan TPAKD Sulsel Masifkan Digitalisasi 158 Ribu Merchant UMKM Lewat QRIS
Ketiga tim mempresentasikan solusi digital berbasis AI di hadapan panel juri untuk mendapatkan masukan sekaligus memperluas peluang pengembangan bisnis.
Dari proses tersebut, Belyo terpilih memperoleh kesempatan melaju langsung ke 20 besar NextDev ke-12.
Telkomsel Dorong Makassar Jadi Pusat Inovasi Digital
Baca Juga : Kuota Magang Industri Terbatas? Telkomsel Bawa Solusi Magang Virtual 'Virtuship' ke Unhas
General Manager Mobile Consumer Business Region Sulawesi Telkomsel, Andrew Mamahit, mengatakan NextDev dirancang untuk mempertemukan sekaligus mengembangkan potensi para inovator digital dari berbagai daerah.
Menurutnya, talenta digital tidak lagi harus berasal dari kota-kota besar di Pulau Jawa untuk menghasilkan inovasi yang memiliki peluang berkembang secara nasional.
“NextDev hadir bukan sekadar menjadi ruang untuk saling terhubung, melainkan wadah akselerasi dari connection menjadi creation. Kami percaya bahwa talenta dan inovator daerah tidak lagi dibatasi oleh faktor geografis. Dari Makassar sebagai hub utama Indonesia Timur, kami ingin mendorong lahirnya solusi digital yang berawal dari pemecahan masalah lokal, namun mampu memberikan dampak nyata secara nasional,” ujar Andrew.
Baca Juga : Kuota Magang Industri Terbatas? Telkomsel Bawa Solusi Magang Virtual 'Virtuship' ke Unhas
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan NextDev Local Meet-Up Makassar yang berlangsung di Bikin Bikin Creative Hub, Nipah Mall.
Mengusung tema AI-Powered Innovations, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah agenda pengembangan kapasitas talenta digital.
Rangkaian acara meliputi AI Tools Training, Inspiring Talks, Speed Networking, dan Digital Showcase.
Baca Juga : Kuota Magang Industri Terbatas? Telkomsel Bawa Solusi Magang Virtual 'Virtuship' ke Unhas
Sejumlah praktisi industri digital turut hadir sebagai narasumber, yakni Naufal Fayyadh, Founder & Director Kodeka Labs; Jaka Wiradisuria, CCO IONext; serta Dicky Sukmana, Head Mentor NextDev Venture and Founder Assessment.
Startup Terpilih Berpeluang Mendapat Pendampingan Bisnis
NextDev ke-12 diselenggarakan melalui tiga tahapan utama, yakni Scouting, Academy, dan Summit.
Baca Juga : Kuota Magang Industri Terbatas? Telkomsel Bawa Solusi Magang Virtual 'Virtuship' ke Unhas
Pada tahap awal, sebanyak 20 peserta terpilih akan mengikuti proses validasi dan presentasi solusi digital yang mereka kembangkan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 peserta akan diseleksi untuk mengikuti NextDev Academy.
Program pendampingan tersebut mencakup sejumlah aspek pengembangan bisnis, mulai dari teknologi dan AI, pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga peningkatan produktivitas.
Baca Juga : Kuota Magang Industri Terbatas? Telkomsel Bawa Solusi Magang Virtual 'Virtuship' ke Unhas
Pendampingan diharapkan membantu startup memperkuat model bisnis sekaligus meningkatkan kesiapan produk untuk menjawab kebutuhan pasar.
Sepuluh peserta terbaik nantinya juga berkesempatan menjajaki kerja sama bisnis dengan unit terkait di Telkomsel.
Perkembangan para peserta akan dipaparkan dalam NextDev Summit yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
Baca Juga : Kuota Magang Industri Terbatas? Telkomsel Bawa Solusi Magang Virtual 'Virtuship' ke Unhas
Dengan demikian, keberhasilan Belyo masuk 20 besar menjadi langkah awal menuju proses seleksi dan pendampingan berikutnya, bukan jaminan langsung memperoleh kerja sama komersial.
Alumni NextDev Ungkap Manfaat Pengembangan Startup
Salah satu narasumber NextDev Local Meet-Up Makassar, Naufal Fayyadh, membagikan pengalamannya mengikuti program tersebut.
Baca Juga : Kuota Magang Industri Terbatas? Telkomsel Bawa Solusi Magang Virtual 'Virtuship' ke Unhas
Naufal merupakan alumnus sekaligus salah satu dari 10 besar finalis NextDev ke-11.
Menurutnya, manfaat program tidak hanya terletak pada kompetisi, tetapi juga kesempatan mendapatkan pengetahuan dan membangun jaringan bisnis.
“Sebagai founder startup dari daerah, NextDev memberikan tiga dampak terbesar bagi perkembangan bisnis kami, yaitu insight, networking, dan experience. Program ini bukan sekadar kompetisi, melainkan tempat kami mendapatkan bimbingan dari pakar industri, membuka jaringan nasional, hingga menguji mentalitas bisnis di panggung besar,” ungkap Naufal.
Baca Juga : Kuota Magang Industri Terbatas? Telkomsel Bawa Solusi Magang Virtual 'Virtuship' ke Unhas
Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya akses terhadap mentor, jejaring industri, dan kesempatan menguji model bisnis bagi perusahaan rintisan dari daerah.
Melalui kegiatan serupa, pelaku usaha digital lokal memiliki ruang untuk memperkenalkan inovasi sekaligus memperoleh masukan dari praktisi yang berpengalaman.
NextDev Telah Dampingi 162 Startup
Baca Juga : Kuota Magang Industri Terbatas? Telkomsel Bawa Solusi Magang Virtual 'Virtuship' ke Unhas
Program NextDev telah berlangsung selama 11 penyelenggaraan sebelum memasuki edisi ke-12 pada 2026.
Dalam periode tersebut, Telkomsel mencatat sebanyak 6.798 pendaftar mengikuti program NextDev.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 162 perusahaan digital rintisan telah mendapatkan pendampingan.
Baca Juga : Kuota Magang Industri Terbatas? Telkomsel Bawa Solusi Magang Virtual 'Virtuship' ke Unhas
Pada penyelenggaraan tahun ini, Telkomsel kembali membuka kesempatan bagi talenta dan pelaku usaha digital dari berbagai wilayah Indonesia.
Pendaftaran NextDev ke-12 dibuka hingga 9 November 2026.
Program ini mencari solusi digital yang mampu menjawab persoalan nyata, memiliki potensi dampak, menawarkan keunikan, serta didukung fondasi bisnis untuk berkembang.
Baca Juga : Kuota Magang Industri Terbatas? Telkomsel Bawa Solusi Magang Virtual 'Virtuship' ke Unhas
Bagi ekosistem startup Makassar, keberhasilan Belyo menembus 20 besar menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi yang berangkat dari persoalan usaha lokal dapat memperoleh perhatian melalui kompetisi berskala nasional.
Dengan dukungan pengembangan teknologi dan pendampingan bisnis, inovasi seperti Belyo berpeluang terus berkembang sekaligus memperluas pemanfaatan solusi digital bagi pelaku UMKM.
