RAKYATKU.COM,MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat sistem keselamatan kerja dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat guna mendukung keandalan operasional serta pelayanan kepelabuhanan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Upaya tersebut dilakukan melalui Workshop dan Pelatihan Tanggap Darurat yang digelar bersama PT Bina Inti Celebes di Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Kamis (22/10/2026).
Sebanyak 36 peserta dari lingkungan Pelindo Group dan mitra kerja mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari penguatan penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Baca Juga : Pelindo Jasa Maritim dan ABL Kaji Kapal Tunda Listrik, Bidik Efisiensi Operasional hingga 40 Persen
Pelatihan dibuka langsung oleh Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Akhirman, dengan tujuan meningkatkan kompetensi personel dalam menghadapi potensi risiko di lingkungan kerja kepelabuhanan.
Keselamatan Jadi Fondasi Operasional Pelabuhan
Akhirman menegaskan bahwa penerapan HSSE bukan sekadar pemenuhan ketentuan perusahaan, melainkan bagian mendasar dari tata kelola operasional yang harus dijalankan secara konsisten.
Baca Juga : Kalla Property Gandeng Rappo Indonesia, Limbah Plastik Mal Ratu Indah Bakal Diolah Jadi Furnitur
Menurutnya, aktivitas kepelabuhanan memiliki karakteristik yang dinamis dan melibatkan berbagai unsur pekerjaan sehingga membutuhkan kesiapan seluruh personel dalam menghadapi situasi darurat.
“Keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban, melainkan komitmen yang harus melekat dalam setiap aktivitas perusahaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh personel memiliki kesiapan, kompetensi, dan kemampuan merespons berbagai potensi keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Akhirman.
Ia menjelaskan, sistem keselamatan kerja tidak cukup hanya mengandalkan prosedur tertulis. Setiap personel juga harus memiliki pemahaman mengenai potensi bahaya dan kemampuan mengambil tindakan sesuai tanggung jawabnya.
Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan menjadi salah satu langkah perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mendukung kelancaran operasional.
Bagi pengelola pelabuhan, kesiapan menghadapi keadaan darurat merupakan bagian penting dari pengendalian risiko yang dapat memengaruhi keselamatan pekerja, fasilitas, lingkungan, maupun kesinambungan pelayanan.
Libatkan Pelindo Group hingga Mitra Kerja
Baca Juga : Subhan Djaya Mappaturung Raih Penghargaan Nasional, Transformasi Layanan Hukum KALLA Jadi Sorotan
Pelatihan ini melibatkan 36 peserta dari berbagai unsur perusahaan dan mitra kerja yang memiliki aktivitas di lingkungan Pelindo Regional 4.
Sebanyak 25 peserta berasal dari Pelindo Regional 4, tiga orang dari PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), serta masing-masing dua peserta dari PT Pelindo Multi Terminal (PMT), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Bank Mandiri, dan tenant kantin Pelindo Regional 4.
Keterlibatan lintas unit tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan pemahaman mengenai prosedur keselamatan dan pembagian peran ketika menghadapi keadaan darurat.
Baca Juga : OJK Perkuat Perencanaan Bisnis Perbankan, Dorong Kontribusi Bank terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional
Akhirman menilai bahwa kesiapsiagaan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu unit kerja. Seluruh pihak yang beraktivitas dalam lingkungan perusahaan perlu memahami tanggung jawab masing-masing.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pekerja dan mitra kerja harus memahami peran masing-masing, sehingga ketika menghadapi situasi darurat, seluruh pihak mampu bertindak secara efektif dan saling mendukung,” tambahnya.
Melalui pendekatan tersebut, Pelindo berupaya memperkuat koordinasi antarpersonel agar penanganan situasi darurat dapat dilakukan secara lebih terarah.
Baca Juga : OJK Perkuat Perencanaan Bisnis Perbankan, Dorong Kontribusi Bank terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional
Kesiapsiagaan Dukung Keandalan Layanan
Penguatan budaya HSSE juga berkaitan dengan upaya menjaga kualitas pelayanan kepelabuhanan.
Akhirman menekankan bahwa lingkungan kerja yang aman menjadi salah satu fondasi untuk mendukung operasional pelabuhan yang andal, produktif, dan berkelanjutan.
Baca Juga : OJK Perkuat Perencanaan Bisnis Perbankan, Dorong Kontribusi Bank terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional
Dalam aktivitas kepelabuhanan, gangguan keselamatan berpotensi memengaruhi proses kerja serta penggunaan fasilitas operasional.
Oleh sebab itu, kesiapan personel dalam mengidentifikasi bahaya, memahami prosedur penanganan, dan mengambil tindakan yang tepat menjadi bagian penting dari upaya meminimalkan risiko.
Pelatihan berkelanjutan diharapkan dapat membantu perusahaan membangun budaya kerja yang mengutamakan pencegahan, bukan hanya penanganan setelah suatu kejadian terjadi.
Baca Juga : OJK Perkuat Perencanaan Bisnis Perbankan, Dorong Kontribusi Bank terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional
Namun, perusahaan belum menyampaikan indikator kuantitatif mengenai penurunan risiko maupun dampak pelatihan terhadap produktivitas operasional.
PT Bina Inti Celebes Tekankan Kecepatan Respons
Komisaris PT Bina Inti Celebes, Sulaiman, menyampaikan bahwa pelatihan tanggap darurat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan personel menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan segera.
Baca Juga : OJK Perkuat Perencanaan Bisnis Perbankan, Dorong Kontribusi Bank terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional
Menurutnya, penguasaan prosedur keselamatan perlu diimbangi dengan keterampilan dan ketepatan pengambilan keputusan.
“Dalam kondisi darurat, kesiapan personel menjadi faktor yang sangat menentukan. Pengetahuan mengenai prosedur keselamatan harus diimbangi dengan keterampilan dan kemampuan mengambil tindakan secara cepat dan tepat agar potensi dampak terhadap manusia, fasilitas, maupun lingkungan dapat diminimalkan,” kata Sulaiman.
Ia menilai keterlibatan peserta dari berbagai unit perusahaan dan mitra kerja memiliki arti penting dalam membangun koordinasi.
Baca Juga : OJK Perkuat Perencanaan Bisnis Perbankan, Dorong Kontribusi Bank terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional
Dengan pemahaman yang selaras, setiap pihak diharapkan dapat menjalankan perannya ketika menghadapi potensi keadaan darurat.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari sehingga terbentuk lingkungan kerja yang semakin siap, aman, dan tangguh menghadapi berbagai risiko,” ujarnya.
Pelindo Dorong Budaya Keselamatan Berkelanjutan
Baca Juga : OJK Perkuat Perencanaan Bisnis Perbankan, Dorong Kontribusi Bank terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional
Melalui pelatihan tersebut, Pelindo Regional 4 menargetkan peningkatan pemahaman peserta mengenai prosedur tanggap darurat, pembagian tanggung jawab, serta pola koordinasi dalam menghadapi risiko di lingkungan kerja.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat penerapan HSSE secara menyeluruh.
Perlindungan terhadap pekerja, mitra kerja, fasilitas, dan lingkungan ditempatkan sebagai prioritas dalam setiap proses bisnis perusahaan.
Baca Juga : OJK Perkuat Perencanaan Bisnis Perbankan, Dorong Kontribusi Bank terhadap Pembangunan Ekonomi Nasional
Pelindo Regional 4 juga menekankan pentingnya konsistensi penerapan standar keselamatan sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan.
Dengan melibatkan berbagai unsur dalam satu kegiatan pelatihan, perusahaan berupaya membangun kesiapan bersama untuk menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu aktivitas operasional.
Penguatan kompetensi tanggap darurat tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman sekaligus menjaga keandalan layanan kepelabuhanan Pelindo Regional 4 di kawasan Indonesia Timur.
