Minggu, 18 Oktober 2026 00:21

Antrean Kendaraan di SPBU Sulut, Pertamina Tambah Pasokan Pertalite 30 Persen dan Operasikan Terminal Bitung 24 Jam

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meningkatkan penyaluran Pertalite sebesar 30 persen dari rata-rata harian normal serta memperkuat pelayanan di sejumlah SPBU Sulawesi Utara, Sabtu (17/10/2026). Langkah tersebut mencakup penambahan operator, pengaturan antrean, dan pengoperasian Integrated Terminal Bitung selama 24 jam.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meningkatkan penyaluran Pertalite sebesar 30 persen dari rata-rata harian normal serta memperkuat pelayanan di sejumlah SPBU Sulawesi Utara, Sabtu (17/10/2026). Langkah tersebut mencakup penambahan operator, pengaturan antrean, dan pengoperasian Integrated Terminal Bitung selama 24 jam.

Pertamina tambah penyaluran Pertalite 30 persen di Sulawesi Utara, operasikan Terminal Bitung 24 jam, dan tambah petugas untuk mengurai antrean SPBU.

RAKYATKU.COM,MANADO – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Utara menjadi perhatian Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Untuk mempercepat pelayanan dan membantu mengurai kepadatan, perusahaan meningkatkan penyaluran Pertalite hingga 30 persen dibandingkan rata-rata kebutuhan harian normal.

Langkah tersebut dibarengi dengan penguatan operasional di sejumlah SPBU, penambahan petugas pelayanan, serta pengoperasian Integrated Terminal (IT) Bitung selama 24 jam.

Pertamina juga menggandeng pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk membantu menjaga ketertiban pengisian bahan bakar minyak (BBM), termasuk mengatur arus kendaraan di sekitar SPBU yang mengalami antrean.

Baca Juga : Selamatkan Burung Sampiri dari Ancaman Kepunahan, Pertamina Bitung Perkuat Program Konservasi

Berbagai upaya itu dilakukan menyusul meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah wilayah Sulawesi Utara yang berdampak terhadap kenyamanan masyarakat saat melakukan pengisian BBM.

Penyaluran Pertalite Ditingkatkan 30 Persen

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan telah mengambil langkah penambahan penyaluran Pertalite sebesar 30 persen dari rata-rata penyaluran normal harian.

Baca Juga : Pertalite di Manado Diperkuat 5 Juta Liter, Pertamina Pantau Kapal Tanker Menuju Bitung

Peningkatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pasokan di tengah kebutuhan masyarakat dan dinamika pelayanan yang terjadi di sejumlah SPBU.

Dengan adanya tambahan penyaluran, Pertamina berharap ketersediaan BBM dapat lebih mendukung aktivitas pengisian kendaraan.

Namun, perusahaan belum merinci jumlah liter yang disalurkan setiap hari setelah penambahan tersebut.

Baca Juga : Heboh Pertalite Ganjil-Genap di Makassar, Pertamina Tegaskan Informasi Itu Hoaks

Pertamina juga tidak menyebutkan jumlah SPBU yang menerima tambahan pasokan maupun pembagian volume untuk masing-masing wilayah.

Karena itu, angka 30 persen merujuk pada peningkatan penyaluran dibandingkan rata-rata normal harian, bukan peningkatan stok yang sama besar di setiap SPBU.

Penyesuaian distribusi dilakukan sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pelayanan BBM kepada masyarakat.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Uji Coba Klasterisasi Layanan Biosolar di Kota Makassar

Integrated Terminal Bitung Beroperasi 24 Jam

Selain menambah volume penyaluran, Pertamina memperkuat kegiatan operasional melalui Integrated Terminal Bitung.

Fasilitas tersebut dioperasikan selama 24 jam untuk mendukung kelancaran aktivitas penyaluran BBM.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Pengoperasian terminal sepanjang hari menjadi salah satu langkah yang ditempuh agar proses distribusi dapat berlangsung sesuai kebutuhan operasional.

Peran terminal menjadi penting karena penyaluran BBM menuju lembaga penyalur memerlukan kesiapan fasilitas dan koordinasi distribusi.

Dengan penguatan kegiatan di IT Bitung, Pertamina berupaya mendukung kelancaran pengiriman BBM ke SPBU.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Meski demikian, operasional terminal selama 24 jam tidak serta-merta berarti seluruh SPBU juga memberikan pelayanan sepanjang hari.

Jam operasional masing-masing SPBU tetap perlu dibedakan dari kegiatan distribusi yang berlangsung di terminal.

Tambah Operator untuk Percepat Pelayanan

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Perhatian Pertamina tidak hanya tertuju pada pasokan BBM, tetapi juga pada kecepatan pelayanan di SPBU.

Perusahaan menambah jumlah operator pengisian untuk membantu mempercepat proses pelayanan konsumen.

Penambahan petugas diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan, terutama ketika jumlah kendaraan yang datang mengalami peningkatan.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Dalam kondisi antrean panjang, proses pengisian membutuhkan pengaturan yang baik agar kendaraan dapat dilayani secara tertib.

Selain jumlah operator, koordinasi antarpetugas juga diperlukan untuk membantu kelancaran pergerakan kendaraan di area SPBU.

Pertamina menyatakan penguatan pelayanan tersebut menjadi bagian dari langkah operasional yang dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan masyarakat.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Namun, perusahaan belum mengungkap jumlah tambahan operator maupun SPBU yang menjadi lokasi penempatan petugas tersebut.

Petugas Marshall Diterjunkan Atur Antrean

Untuk mendukung ketertiban, Pertamina turut menurunkan petugas marshall di area SPBU.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Petugas tersebut membantu mengatur barisan kendaraan agar proses pengisian dapat berlangsung lebih terarah.

Pengaturan antrean menjadi perhatian karena kepadatan kendaraan di SPBU berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya.

Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat membantu konsumen mengikuti alur pelayanan dan mengurangi hambatan akibat antrean yang tidak teratur.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Selain itu, Pertamina menjalin koordinasi dengan aparat keamanan untuk mendukung pengawasan proses pengisian BBM.

Langkah tersebut diarahkan agar pelayanan tetap berlangsung tertib selama kondisi antrean masih terjadi.

Pertamina Libatkan Forkopimda dan Aparat Keamanan

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga memperkuat sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta aparat penegak hukum.

Koordinasi mencakup pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU dan pengawasan proses pelayanan kepada masyarakat.

Keterlibatan pemerintah daerah dan aparat keamanan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kelancaran distribusi BBM.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Pengawasan di lapangan diharapkan dapat mendukung ketertiban sekaligus membantu petugas SPBU menjalankan pelayanan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa sejumlah langkah telah dilakukan secara bersamaan untuk menangani kondisi tersebut.

“Kami melakukan penambahan penyaluran Pertalite sebesar 30% dari rata-rata harian normal, disertai penguatan operasional di SPBU dan Integrated Terminal Bitung yang beroperasi selama 24 jam. Kami juga menambah operator, menurunkan petugas marshall, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk membantu mengatur arus lalu lintas dan menjaga ketertiban di SPBU. Seluruh upaya ini kami lakukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik,” ujar Lilik.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Menurutnya, penguatan operasional merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM di Sulawesi Utara.

Bagikan Air Mineral kepada Konsumen

Di tengah upaya mempercepat pelayanan, Pertamina juga memberikan perhatian kepada masyarakat yang harus menunggu giliran pengisian BBM.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Perusahaan membagikan air mineral kepada konsumen yang sedang mengantre di SPBU.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi pelayanan saat ini.

Pertamina menyadari bahwa waktu tunggu yang lebih panjang dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi konsumen.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Pembagian air mineral menjadi salah satu bentuk pelayanan tambahan selama antrean berlangsung.

Meski demikian, perusahaan tidak menyebutkan jumlah air mineral yang dibagikan maupun lokasi seluruh SPBU yang menerima kegiatan tersebut.

Upaya tersebut juga tidak menggantikan kebutuhan utama masyarakat, yakni kelancaran pengisian dan ketersediaan BBM.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Karena itu, penguatan pasokan dan percepatan pelayanan tetap menjadi fokus operasional perusahaan.

Masyarakat Diminta Tertib dan Membeli Sesuai Kebutuhan

Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama mengantre di SPBU.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Konsumen diminta mengikuti arahan petugas yang berada di lapangan agar proses pengisian dapat berlangsung lebih lancar.

Selain itu, masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pelayanan tetap tertib dan mendukung pemerataan pasokan di tengah meningkatnya aktivitas pengisian.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Pertamina juga mengingatkan bahwa kerja sama konsumen diperlukan untuk membantu kelancaran antrean.

Kepatuhan terhadap arahan petugas dapat membantu mengurangi hambatan di area pengisian maupun akses keluar-masuk kendaraan.

Pelanggaran Penyaluran BBM Bisa Dilaporkan

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Selain memperkuat distribusi, Pertamina membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang menghadapi kendala pelayanan.

Konsumen yang menemukan indikasi pelanggaran dalam proses penyaluran BBM dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135.

Saluran tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan keluhan terkait produk dan layanan Pertamina.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Laporan masyarakat diharapkan dapat menjadi salah satu masukan dalam pemantauan pelayanan di lapangan.

Pertamina menyatakan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran penyaluran energi di Sulawesi Utara.

Upaya Normalisasi Pelayanan Terus Dilakukan

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Penambahan penyaluran Pertalite sebesar 30 persen, pengoperasian IT Bitung selama 24 jam, serta penambahan operator dan petugas pengatur antrean menjadi langkah yang dilakukan Pertamina dalam menghadapi kondisi pelayanan BBM di Sulawesi Utara.

Perusahaan berharap penguatan tersebut dapat membantu mempercepat proses pengisian dan mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU.

Namun, hingga keterangan resmi disampaikan pada 17 Oktober 2026, Pertamina belum mengumumkan target waktu kapan antrean di seluruh SPBU diperkirakan kembali normal.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Belum tersedia pula data mengenai penurunan panjang antrean setelah langkah operasional diterapkan.

Karena itu, efektivitas penambahan penyaluran dan penguatan pelayanan masih perlu dilihat dari perkembangan kondisi di lapangan.

Pertamina menegaskan akan terus mengoptimalkan distribusi BBM dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan untuk membantu menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat Sulawesi Utara.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Masyarakat diimbau tetap tertib, melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan, dan menyampaikan keluhan atau indikasi pelanggaran melalui Pertamina Contact Center 135.

#Pertamina Patra Niaga #Pertamina Sulawesi #Pertalite Sulawesi Utara #Antrean SPBU Sulut #Antrean BBM Manado #Pertamina Tambah Pertalite #integrated terminal bitung #IT Bitung 24 Jam #Lilik Hardiyanto #distribusi BBM #SPBU Manado #Forkopimda Sulut #Petugas Marshall SPBU #operator SPBU #Pertamina Contact Center 135 #Berita Manado #Berita Sulawesi Utara