Minggu, 18 Oktober 2026 00:11

Pertalite di Manado Diperkuat 5 Juta Liter, Pertamina Pantau Kapal Tanker Menuju Bitung

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengupayakan tambahan pasokan Pertalite sebanyak 5 juta liter yang diangkut kapal tanker MT Maritim Khatulistiwa menuju Integrated Terminal Bitung untuk mendukung penyaluran BBM di Manado dan sekitarnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengupayakan tambahan pasokan Pertalite sebanyak 5 juta liter yang diangkut kapal tanker MT Maritim Khatulistiwa menuju Integrated Terminal Bitung untuk mendukung penyaluran BBM di Manado dan sekitarnya.

Pertamina mengirim tambahan 5 juta liter Pertalite menuju Bitung untuk memperkuat pasokan BBM di Manado. Kapal tanker masih dipantau akibat cuaca dan arus laut.

RAKYATKU.COM,BITUNG – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyiapkan tambahan pasokan Pertalite sebanyak 5 juta liter untuk memperkuat ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Manado dan sejumlah wilayah sekitarnya.

Pasokan tersebut tengah diangkut menggunakan kapal tanker MT Maritim Khatulistiwa menuju Integrated Terminal (IT) Bitung, Sulawesi Utara, yang menjadi salah satu titik penerimaan dan penyaluran BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Langkah penguatan pasokan ini dilakukan di tengah dinamika pengisian Pertalite yang dirasakan konsumen di sejumlah SPBU wilayah Manado dan sekitarnya.

Baca Juga : Antrean Kendaraan di SPBU Sulut, Pertamina Tambah Pasokan Pertalite 30 Persen dan Operasikan Terminal Bitung 24 Jam

Pertamina menyatakan terus memantau perjalanan kapal, kesiapan penerimaan BBM di terminal, hingga rencana distribusi ke lembaga penyalur agar tambahan pasokan dapat segera dimanfaatkan setelah tiba.

Meski demikian, perusahaan belum memastikan waktu kedatangan kapal karena perjalanan masih dipengaruhi kondisi cuaca dan arus laut.

Kapal Tanker Masih dalam Perjalanan

Baca Juga : Selamatkan Burung Sampiri dari Ancaman Kepunahan, Pertamina Bitung Perkuat Program Konservasi

Berdasarkan keterangan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi pada Jumat (16/10/2026), tambahan Pertalite sebanyak 5 juta liter sedang dalam proses pengiriman menuju Bitung.

Pengangkutan dilakukan melalui jalur laut menggunakan MT Maritim Khatulistiwa.

Dalam perjalanannya, kapal menghadapi kondisi pelayaran yang dipengaruhi cuaca dan arus laut di Selat Makassar.

Baca Juga : Heboh Pertalite Ganjil-Genap di Makassar, Pertamina Tegaskan Informasi Itu Hoaks

Faktor tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi waktu kedatangan kapal di terminal tujuan.

Pertamina menyebut pemantauan perjalanan dilakukan secara berkala untuk memastikan proses penerimaan pasokan dapat dipersiapkan sesuai perkembangan situasi.

Kesiapan terminal juga menjadi bagian penting dari rangkaian distribusi sebelum BBM disalurkan lebih lanjut ke SPBU.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Uji Coba Klasterisasi Layanan Biosolar di Kota Makassar

Namun, hingga keterangan tersebut disampaikan, belum terdapat jadwal pasti mengenai kapan kapal akan tiba dan kapan seluruh tambahan pasokan mulai disalurkan.

Karena itu, masyarakat diimbau mengikuti perkembangan melalui informasi resmi perusahaan.

Pertamina Akui Ada Ketidaknyamanan Pengisian BBM

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama dinamika pengisian Pertalite berlangsung.

Ia menegaskan bahwa perusahaan memahami pentingnya BBM dalam mendukung mobilitas dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat seiring dengan dinamika pengisian Pertalite di Manado dan sekitarnya. Kami memahami bahwa BBM merupakan kebutuhan penting dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, kami terus mengupayakan percepatan penguatan pasokan, mulai dari pemantauan perjalanan kapal, kesiapan penerimaan di terminal, hingga penyaluran ke SPBU agar pasokan tambahan dapat segera didistribusikan setelah tiba. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung kelancaran pelayanan di lapangan,” ujar Lilik.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan pasokan dilakukan melalui sejumlah tahapan operasional, bukan hanya dengan mendatangkan BBM tambahan.

Setelah kapal tiba, proses penerimaan di terminal dan penyaluran menuju SPBU tetap harus dilakukan sesuai kesiapan operasional.

Pertamina berharap langkah tersebut dapat membantu kondisi pelayanan BBM di wilayah Manado dan sekitarnya berangsur normal.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Distribusi ke SPBU Disesuaikan Kebutuhan

Sambil menunggu kedatangan tambahan Pertalite, Pertamina terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok dan aktivitas pengisian di SPBU.

Pemantauan tersebut menjadi dasar dalam menyesuaikan penyaluran BBM dari terminal menuju lembaga penyalur.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Perusahaan menyatakan distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan yang berkembang di lapangan.

Langkah ini ditujukan agar penyaluran dapat berlangsung lebih optimal dan mendukung kelancaran pelayanan kepada konsumen.

Penyesuaian distribusi menjadi penting karena kebutuhan BBM dapat berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Selain memperhatikan jumlah pasokan yang tersedia, kelancaran distribusi juga bergantung pada kesiapan proses penerimaan dan pengiriman ke SPBU.

Dalam keterangan resminya, Pertamina belum merinci jumlah SPBU yang akan menerima tambahan Pertalite maupun pembagian volume untuk masing-masing wilayah.

Perusahaan juga tidak menyampaikan angka stok harian di setiap SPBU.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Dengan demikian, tambahan 5 juta liter tersebut merupakan volume pasokan yang sedang dikirim menuju terminal, bukan jumlah BBM yang telah tersedia di seluruh SPBU Manado.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pelayanan BBM di tengah perkembangan kebutuhan masyarakat.

Perusahaan juga terus mengevaluasi kondisi operasional agar penyaluran dapat disesuaikan dengan situasi di lapangan.

Langkah penguatan pasokan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan distribusi BBM bagi masyarakat.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Meski demikian, Pertamina belum menyampaikan perkiraan waktu yang diperlukan hingga kondisi pengisian di seluruh SPBU kembali normal.

Perkembangan tersebut masih bergantung pada kedatangan kapal, proses penerimaan pasokan, serta pelaksanaan distribusi lanjutan.

Konsumen Diminta Mengisi BBM Sesuai Kebutuhan

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Di tengah proses penguatan pasokan, Pertamina turut mengajak masyarakat agar melakukan pembelian BBM secara bijaksana.

Konsumen diimbau melakukan pengisian sesuai kebutuhan dan tetap menjaga ketertiban saat memperoleh pelayanan di SPBU.

Imbauan tersebut disampaikan untuk membantu kelancaran pelayanan sekaligus mendukung pemerataan ketersediaan BBM bagi masyarakat.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Lilik juga menyampaikan apresiasi atas pengertian dan dukungan masyarakat selama kondisi pengisian Pertalite berlangsung.

Pertamina berharap kerja sama antara perusahaan, pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan konsumen dapat mendukung proses penyaluran BBM.

Pengisian sesuai kebutuhan menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga pelayanan tetap tertib selama tambahan pasokan masih dalam perjalanan.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Warga Diimbau Memeriksa Informasi Resmi

Selain memberikan penjelasan mengenai pengiriman Pertalite, Pertamina meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Perusahaan menegaskan bahwa perkembangan pasokan dan pelayanan BBM akan disampaikan melalui saluran komunikasi resmi.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Masyarakat dapat memperoleh informasi melalui situs "https://pertaminapatraniaga.com" (https://pertaminapatraniaga.com) maupun akun media sosial resmi @pertaminapatraniaga.

Untuk pertanyaan dan keluhan terkait produk maupun layanan Pertamina, konsumen juga dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Saluran tersebut dapat dimanfaatkan untuk memastikan informasi yang beredar mengenai kondisi pasokan maupun pelayanan BBM.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Pertamina menyatakan akan terus melakukan pemantauan serta menyesuaikan distribusi berdasarkan perkembangan operasional.

Tambahan Pasokan Diharapkan Bantu Normalisasi Pelayanan

Pengiriman Pertalite sebanyak 5 juta liter menuju Integrated Terminal Bitung menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pertamina untuk memperkuat pasokan BBM di Manado dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Kedatangan kapal tanker MT Maritim Khatulistiwa menjadi tahapan penting sebelum tambahan pasokan tersebut dapat diterima dan didistribusikan ke SPBU.

Sementara menunggu proses tersebut, perusahaan terus memantau kondisi stok dan pelayanan serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Pertamina berharap tambahan pasokan ini dapat membantu memperlancar distribusi Pertalite dan mendukung pemulihan kondisi pengisian BBM secara bertahap.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Kelembagaan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Kejati Sulsel Teken PKS

Namun, waktu kedatangan kapal dan jadwal penyaluran tambahan pasokan belum dapat dipastikan karena masih menyesuaikan kondisi pelayaran serta kesiapan operasional.

Masyarakat diminta tetap melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi Pertamina.

#Pertamina Patra Niaga #Pertamina Regional Sulawesi #Pertalite Manado #Pasokan BBM Manado #Pertalite Bitung #integrated terminal bitung #MT Maritim Khatulistiwa #Lilik Hardiyanto #BBM Sulawesi Utara #Distribusi Pertalite #SPBU Manado #Kapal Tanker Pertamina #Selat Makassar #Stok Pertalite #Berita Manado #Berita Bitung