RAKYATKU.COM,MAKASSAR – Peraih medali emas maraton putra SEA Games 2025, Robi Syianturi, kembali menunjukkan kemampuannya di lintasan lari. Atlet nasional tersebut berhasil merebut posisi pertama kategori 10K Umum Putra dalam ajang Kalla 10K 2026 yang berlangsung di kawasan Anjungan Pantai Losari, Makassar, Minggu (11/10/2026).
Kehadiran Robi menjadi salah satu sorotan dalam perlombaan yang diikuti 4.500 pelari dari berbagai wilayah Indonesia. Selain menghadirkan persaingan di lintasan, kegiatan ini juga mempertemukan atlet berprestasi, komunitas lari, dan masyarakat yang semakin antusias mengikuti olahraga lari.
Kalla 10K 2026 merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 KALLA. Mengusung semangat Maju Bersama, kegiatan tersebut menjadi wadah kompetisi sekaligus kampanye gaya hidup sehat dan aktif.
Baca Juga : Subhan Djaya Mappaturung Raih Penghargaan Nasional, Transformasi Layanan Hukum KALLA Jadi Sorotan
Robi Syianturi Kembali Berlari di Makassar
Bagi Robi, keikutsertaannya dalam Kalla 10K memiliki makna tersendiri. Selain tampil sebagai peserta kompetisi, ia mengaku senang dapat kembali merasakan atmosfer perlombaan di Makassar setelah terakhir kali berlari di kota tersebut pada 2023.
Robi juga memiliki kedekatan emosional dengan Sulawesi Selatan karena berasal dari keluarga Bugis asal Kabupaten Bone.
Baca Juga : Gandeng PASI dan Sertifikasi Rute, Kalla 10K 2026 Targetkan 4.500 Pelari di Pantai Losari
"Alhamdulillah, lewat Kalla Run" href="https://rakyatku.com/tag/kalla-run">Kalla Run saya bisa menginjakkan kaki di Makassar lagi. Terakhir kali saya berlari di aspal Makassar pada 2023. Kebetulan saya juga asli Makassar, dari Bone. Saya orang Bugis," ungkap Robi.
Prestasi Robi di Kalla 10K menambah daftar pencapaiannya setelah meraih medali emas nomor maraton putra pada SEA Games 2025 di Thailand.
Partisipasinya dalam perlombaan tersebut turut menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelari amatir dan komunitas lari yang mengikuti ajang yang sama.
Kehadiran atlet nasional dalam kegiatan olahraga terbuka seperti Kalla 10K juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan langsung persaingan atlet berprestasi.
Apresiasi Penerapan Cut Off Time
Robi turut memberikan perhatian terhadap penerapan Cut Off Time (COT), yakni batas waktu yang ditetapkan bagi peserta untuk menyelesaikan perlombaan.
Baca Juga : Buka Rangkaian HUT ke-74, KALLA Gelar Padel Exhibition dan Kick-Off di NIPAH PARK
Menurutnya, penerapan COT dapat menjadi dorongan bagi pelari agar mempersiapkan diri secara lebih serius sebelum mengikuti kompetisi.
"Saya berharap event ini bisa terus diselenggarakan setiap tahun dan semakin meningkatkan antusiasme para runners. Apalagi Kalla Run" href="https://rakyatku.com/tag/kalla-run">Kalla Run memiliki COT yang secara tidak langsung mendorong peserta untuk mempersiapkan diri dan berlatih lebih serius agar dapat menyelesaikan lomba sesuai batas waktu yang ditentukan," jelasnya.
Penerapan batas waktu menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan peserta dalam menyusun strategi perlombaan.
Selain mempertimbangkan kemampuan fisik, pelari juga perlu menyesuaikan kecepatan dan daya tahan dengan jarak yang ditempuh.
Namun, penyelenggara tidak merinci durasi COT untuk masing-masing kategori dalam informasi yang disampaikan.
Karena itu, penilaian terhadap tingkat kesulitan batas waktu tersebut belum dapat dilakukan secara lebih spesifik.
Asnida Aras Kuasai Kategori Putri
Persaingan di kategori 10K Umum Putri juga menghadirkan hasil menarik. Asnida Aras berhasil menempati podium pertama setelah menyelesaikan perlombaan dengan hasil terbaik di kategorinya.
Bagi Asnida, Kalla 10K bukan merupakan pengalaman pertama. Ia mengaku telah mengikuti ajang lari yang diselenggarakan KALLA selama tiga tahun terakhir.
Menurutnya, rute perlombaan tahun ini menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
"Saya lihat tahun ini rutenya ke arah Tanjung Bunga yang medannya naik turun. Jadi memang lebih kompetitif. Mudah-mudahan Kalla 10K menjadi event tahunan dan mendatangkan para pelari dari luar kota yang lebih banyak lagi untuk semakin memperkanalkan Kota Makassar," tuturnya.
Perubahan karakter lintasan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengalaman peserta.
Rute dengan kondisi jalan yang bervariasi membutuhkan penyesuaian ritme dan pengelolaan tenaga selama perlombaan.
Asnida berharap penyelenggaraan Kalla 10K dapat terus berlanjut dan semakin menarik minat pelari dari luar Makassar.
Harapan tersebut sekaligus menunjukkan potensi ajang olahraga lari sebagai kegiatan yang dapat memperkenalkan Kota Makassar kepada peserta dari berbagai daerah.
Lintasan Lomba Melintasi Sejumlah Jalan Utama
Kalla 10K 2026 menghadirkan tiga pilihan jarak perlombaan, yakni 10 kilometer, 5 kilometer, dan 2 kilometer.
Untuk kategori 10K, peserta melintasi sejumlah ruas jalan di Kota Makassar, mulai dari Jalan Somba Opu, Jalan Penghibur, Jalan Ujung Pandang, Jalan Riburane, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, hingga Jalan H. Bau.
Rute kemudian berlanjut melalui Jalan Metro Tanjung Bunga, Jembatan Phinisi, dan Jembatan Lego-lego.
Sementara itu, kategori 5K melewati Jalan Somba Opu, Jalan Penghibur, Jalan Ujung Pandang, Jalan Riburane, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan H. Bau.
Adapun peserta kategori 2K melintasi Jalan Somba Opu, Jalan Mochtar Luthfi, Jalan Lamaddukelleng, serta Jalan H. Bau.
Pemilihan rute yang melewati sejumlah kawasan Kota Makassar memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta.
Selain menghadapi tantangan lintasan, pelari juga dapat menikmati suasana perkotaan dan kawasan pesisir yang menjadi bagian dari karakter Makassar.
Hadiah Juara Utama Capai Rp17 Juta
Penyelenggara menyiapkan hadiah uang tunai bagi para peserta yang berhasil menempati podium di sejumlah kategori perlombaan.
Pada kategori 10K Umum Putra dan Putri, masing-masing juara pertama berhak memperoleh Rp17 juta.
Sementara itu, posisi kedua mendapatkan Rp15 juta dan juara ketiga memperoleh Rp12 juta.
Untuk kategori 10K Master Putra dan Putri, hadiah juara pertama ditetapkan sebesar Rp5 juta, disusul Rp4 juta bagi juara kedua dan Rp3 juta untuk juara ketiga.
Adapun pada kategori 5K Putra dan Putri, masing-masing pemenang pertama memperoleh Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, serta juara ketiga Rp1,5 juta.
Hadiah tersebut menjadi bagian dari apresiasi penyelenggara kepada peserta yang berhasil mencatatkan prestasi dalam perlombaan.
Selain hadiah podium, Kalla 10K 2026 juga menghadirkan berbagai doorprize bagi peserta.
Hadiah yang disiapkan antara lain motor listrik, televisi, pendingin ruangan atau air conditioner, smartwatch, TWS, kacamata, powerbank, dan sejumlah hadiah menarik lainnya.
Kehadiran hadiah tambahan tersebut turut melengkapi rangkaian kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Losari.
KALLA Apresiasi Antusiasme 4.500 Peserta
Ketua Panitia Kalla 10K 2026, Imam Asy’ari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, dukungan peserta, komunitas lari, sponsor, mitra, dan relawan menjadi bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraan tahun ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari kesuksesan Kalla 10K 2026. Antusiasme para peserta menjadi energi positif bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Kami berharap tahun depan Kalla 10K dapat kembali hadir dengan konsep yang lebih menarik, menjangkau lebih banyak pelari, serta menjadi salah satu ajang lari yang dinantikan di Indonesia, khususnya kawasan Indonesia Timur. Semoga semangat Maju Bersama yang kita bangun hari ini terus menginspirasi masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat dan aktif,” tutup Imam.
Jumlah peserta yang mencapai 4.500 orang menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Peserta tidak hanya berasal dari komunitas lari lokal, tetapi juga dari berbagai wilayah Indonesia.
Keberagaman peserta menjadi salah satu unsur yang memperkuat atmosfer kompetisi sekaligus kebersamaan dalam ajang olahraga tahunan tersebut.
Bagian dari Perayaan HUT ke-74 KALLA
Kalla 10K 2026 menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-74 KALLA yang mengangkat semangat Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow.
Melalui tema Maju Bersama, kegiatan ini diarahkan untuk mempererat hubungan antarpeserta sekaligus mendorong masyarakat menjalani gaya hidup yang lebih aktif.
Ajang tersebut juga menjadi bagian dari dukungan KALLA terhadap perkembangan komunitas dan ekosistem olahraga lari, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Dengan keterlibatan atlet nasional seperti Robi Syianturi dan peserta dari berbagai daerah, Kalla 10K berupaya menghadirkan kompetisi yang semakin menarik dari tahun ke tahun.
Penyelenggara berharap antusiasme tahun ini menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas kegiatan pada penyelenggaraan berikutnya.
Keberhasilan Robi Syianturi dan Asnida Aras meraih podium tertinggi, serta partisipasi 4.500 pelari, menjadi sorotan utama Kalla 10K 2026 yang memadukan persaingan olahraga dengan semangat kebersamaan di Kota Makassar.
Melalui kegiatan tersebut, KALLA berharap olahraga lari semakin berkembang dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di Sulawesi Selatan maupun kawasan Indonesia Timur.
