RAKYATKU.COM,MAKASSAR – Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar mengenalkan rambu dan aturan jalan. Kemampuan mengambil keputusan, memahami risiko, serta bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain menjadi bagian penting dari pendidikan berkendara.
Kesadaran tersebut menjadi salah satu pesan yang diangkat Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) melalui kegiatan edukasi keselamatan berkendara yang melibatkan sekitar 60 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Makassar.
Kegiatan bertajuk “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” itu berlangsung di Astra Motor Experience Center (AMEC), Trans Studio Mall Makassar, pada Rabu, 30 September 2026.
Baca Juga : Katong Baku Jaga! Astra Motor Ambon Turun Langsung Bantu Warga di Tengah Kabut Asap
Berbeda dengan penyampaian materi keselamatan yang hanya berfokus pada teknik berkendara, kegiatan ini dikemas dalam bentuk diskusi interaktif yang menghubungkan persoalan mobilitas dengan kebiasaan sehari-hari mahasiswa.
Asmo Sulsel turut melibatkan unsur kepolisian dan praktisi dari bidang berbeda untuk memberikan sudut pandang yang lebih beragam mengenai pentingnya kesiapan seseorang sebelum menggunakan kendaraan.
Mahasiswa Punya Peran dalam Membangun Budaya Keselamatan
Baca Juga : Dapatkan Promo Motor hingga Servis Murah di HBD 2026
Mahasiswa merupakan kelompok yang memiliki aktivitas mobilitas cukup beragam, mulai dari perjalanan menuju kampus, mengikuti organisasi, menjalani kegiatan akademik, hingga beraktivitas di luar lingkungan pendidikan.
Berbagai aktivitas tersebut menuntut kemampuan mengatur waktu dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab, termasuk ketika harus melakukan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.
Dalam konteks ini, pendidikan keselamatan berkendara memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan keterampilan teknis.
Baca Juga : 1.000 Bikers Siap Ramaikan Makassar, Vario Evo Invasion Jadi Sorotan Honda Bikers Day 2026
Mahasiswa juga perlu memahami bahwa setiap keputusan di jalan memiliki konsekuensi terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.
Kesadaran untuk memperhatikan kondisi diri, menghormati hak pengguna jalan, serta menghindari tindakan berisiko merupakan bagian dari pembentukan karakter pengendara yang bertanggung jawab.
Melalui kegiatan edukasi, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat membawa pesan keselamatan ke lingkungan pertemanan dan aktivitas sosial mereka.
Baca Juga : Last Child hingga Ridwan Sau Bakal Meriahkan Honda Bikers Day 2026 di Makassar, Masuk Gratis!
Potensi tersebut menjadi alasan pentingnya pendekatan pendidikan yang melibatkan generasi muda secara langsung.
Kolaborasi Instruktur dan Kepolisian
Seminar menghadirkan Wanny, instruktur safety riding Astra Motor Sulsel, bersama Aipda Mahir Dg Rani dari Polrestabes Makassar.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Keterlibatan kedua pembicara memberikan ruang untuk menghubungkan pemahaman mengenai teknik dan kesiapan berkendara dengan tanggung jawab menjaga keselamatan di ruang lalu lintas.
Dalam diskusi, keduanya menyoroti pentingnya kewaspadaan pengendara, khususnya ketika menghadapi kondisi tubuh yang tidak mendukung untuk melakukan perjalanan.
Materi tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mengenai pengambilan keputusan sebelum berkendara.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Seorang pengendara tidak cukup hanya memahami cara mengoperasikan kendaraan. Ia juga perlu mampu menilai kapan perjalanan dapat dilakukan dengan aman dan kapan harus ditunda.
Perspektif tersebut penting karena situasi lalu lintas tidak selalu dapat diprediksi.
Perubahan kondisi jalan, pergerakan kendaraan lain, dan berbagai potensi gangguan menuntut perhatian serta kemampuan merespons secara tepat.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Karena itu, pembentukan kebiasaan berkendara yang aman perlu dimulai sebelum seseorang memasuki jalan raya.
Kolaborasi antara pelaku industri otomotif dan unsur kepolisian dalam kegiatan ini memperlihatkan pendekatan edukasi yang menggabungkan pengalaman teknis dengan pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas.
Pembelajaran Interaktif Dinilai Lebih Relevan
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Salah satu hal yang membedakan kegiatan ini adalah penggunaan format talkshow yang memberi kesempatan kepada peserta untuk terlibat langsung dalam pembahasan.
Mahasiswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mengikuti diskusi dan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber.
Format semacam ini memungkinkan pembahasan keselamatan dikaitkan dengan pengalaman dan situasi yang dekat dengan kehidupan peserta.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Kehadiran Gloria Christine, mantan barista Maxx Coffee, turut memberikan perspektif mengenai kebiasaan konsumsi kopi yang menjadi salah satu bagian dari keseharian generasi muda.
Melalui perpaduan narasumber tersebut, peserta diajak memahami bahwa keselamatan berkendara berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, bukan semata-mata persoalan kendaraan.
Pendekatan lintas bidang ini menjadi salah satu cara memperluas pemahaman peserta mengenai faktor yang dapat memengaruhi kesiapan seseorang ketika berada di jalan.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Dalam pendidikan keselamatan, penyampaian informasi yang relevan dengan pengalaman peserta dapat membantu membangun hubungan antara materi pembelajaran dan keputusan sehari-hari.
Namun, keberhasilan jangka panjang pendekatan tersebut tetap memerlukan evaluasi, termasuk untuk mengetahui sejauh mana peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah kegiatan berakhir.
Astra Motor Sulsel Dorong Edukasi yang Dekat dengan Generasi Muda
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Marketing Manager Astra Motor Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, menyampaikan bahwa perusahaan berupaya mengembangkan kegiatan edukasi yang tidak terbatas pada aturan maupun keterampilan mengendarai sepeda motor.
Menurutnya, materi keselamatan perlu dikaitkan dengan kehidupan generasi muda agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami.
“Kami ingin edukasi safety riding tidak hanya berbicara mengenai aturan dan teknik berkendara, tetapi juga mengangkat hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka. Melalui ‘Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi’, kami mengajak mahasiswa memahami bahwa menjaga keselamatan juga berarti mampu mengenali kondisi tubuh sebelum berkendara,” ungkap Yusticia.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Pernyataan tersebut menunjukkan arah pendekatan edukasi perusahaan yang berusaha menempatkan keselamatan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Bagi mahasiswa, pembelajaran semacam ini dapat menjadi pengingat bahwa tanggung jawab berlalu lintas tidak berhenti pada kemampuan mengendalikan sepeda motor.
Kedisiplinan, kesadaran terhadap risiko, dan kemampuan mengambil keputusan juga menjadi unsur yang perlu dibangun secara konsisten.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Literasi Keselamatan Perlu Berlanjut di Luar Seminar
Kegiatan yang melibatkan sekitar 60 mahasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan literasi keselamatan berkendara di lingkungan generasi muda Makassar.
Namun, kegiatan edukasi sesaat tidak otomatis menjamin perubahan perilaku seluruh peserta.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Agar pengetahuan yang diperoleh memberikan dampak lebih luas, pesan keselamatan perlu diterapkan dalam aktivitas sehari-hari dan diperkuat melalui lingkungan sosial yang mendukung.
Mahasiswa dapat berperan dengan membangun kebiasaan berkendara yang bertanggung jawab, saling mengingatkan ketika menemukan perilaku berisiko, serta menjadikan keselamatan sebagai pertimbangan utama dalam setiap perjalanan.
Dalam jangka panjang, keterlibatan kelompok muda dalam membangun kesadaran berlalu lintas dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Meski demikian, diperlukan kegiatan lanjutan maupun pengukuran perubahan pengetahuan dan perilaku untuk menilai efektivitas program secara lebih menyeluruh.
Keselamatan sebagai Bekal Menuju Masa Depan
Melalui seminar “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi”, Astra Motor Sulsel mengajak mahasiswa memandang keselamatan berkendara sebagai bagian dari tanggung jawab pribadi dan sosial.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Pesan tersebut sejalan dengan kampanye #Cari_Aman, yang mendorong pengendara lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam menjalankan aktivitas.
Bagi mahasiswa, perjalanan menuju kampus maupun berbagai kegiatan lainnya merupakan bagian dari proses membangun masa depan.
Karena itu, pengetahuan tentang keselamatan berkendara menjadi bekal yang penting untuk mendukung mobilitas mereka.
Baca Juga : Ratusan Warga Ramaikan KORMI Gowa Fest 2026, Astra Motor Sulsel Dorong Budaya Hidup Sehat
Kegiatan edukasi yang melibatkan perusahaan, kepolisian, dan mahasiswa ini juga memperlihatkan bahwa membangun budaya keselamatan membutuhkan partisipasi berbagai pihak.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pesan yang disampaikan tidak berhenti di ruang seminar, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kebiasaan berkendara generasi muda di Makassar.
